KPU Sebut Hoaks Pemilu Terus Menjamur

    Faisal Abdalla - 20 Agustus 2019 12:54 WIB
    KPU Sebut Hoaks Pemilu Terus Menjamur
    Ketua KPU Arief Budiman. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
    Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyebut tren hoaks pemilu dari tahun ke tahun terus meningkat. Berita bohong soal pemilu sudah terjadi sejak 2004.

    "Tahun 2019 itu lebih melebar lagi. Spektrumnya jauh lebih luas, jauh lebih beragam dan persebarannya meningkat sangat cepat dibanding pemilu sebelumnya," kata Ketua KPU Arief Budiman dalam diskusi kelompok terarah (FGD) 'Hoaks dalam Pemilu 2019' di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa, 20 Agustus 2019.

    Arief menyebut pada 2004, hoaks yang muncul baru menyerang institusi penyelenggara pemilu. Seiring berjalannya waktu, hoaks mulai menyerang peserta pemilu, hingga pribadi komisioner KPU.

    Dia menyebut pada konteks penyelenggaraan Pemilu 2019, hoaks terbesar yang pernah terjadi terkait tujuh kontainer surat suara tercoblos. Hoaks itu muncul pada awal Januari 2019.

    "Kita tak bisa membiarkan ini terus meningkat dalam artian peningkatan situasi yang negatif itu terus berlanjut," ujar dia.

    Arief menyebut hoaks meski sudah diklarifikasi tetap akan menempel di ingatan masyarakat. Untuk itu, dia mengajak semua pihak bekerja sama menekan munculnya hoaks, khususnya yang terkait pemilu.

    Baca: Polisi Analisis Artikel Media Online soal Bank Mandiri

    Kerja sama itu bukan hanya diperlukan untuk menindak hoaks. Hal ini juga dibutuhkan agar kemunculan hoaks dapat dicegah.

    "Sekarang kita punya kepentingan agar penyebarluasan informasi yang tidak benar itu bukan hanya setelah tersebar kemudian kita counter, tapi kita lakukan pencegahan supaya tidak ada persebaran-persebaran hoaks," kata Arief.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id