MAGHRIB 17:47

    Untuk Jakarta dan sekitarnya

    IMSAK 04:26
    SUBUH 04:36
    DZUHUR 11:53
    ASHAR 15:14
    ISYA 19:00

    Download Jadwal Imsakiyah

    Demokrat Bertahan meski Tak Sepaham dengan BPN

    Fachri Audhia Hafiez - 19 April 2019 11:48 WIB
    Demokrat Bertahan meski Tak Sepaham dengan BPN
    Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin/MI
    Jakarta: Partai Demokrat masih menahan diri tidak keluar dari koalisi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Mereka masih bertahan meski banyak ketidaksepahaman.

    "Belum ada pernyataan resmi kalau kita menarik diri," tegas Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin kepada Medcom.id, Jumat, 19 April 2019.
    Menurut Amir, kader hanya ditarik ke markas Demokrat di Wisma Proklamasi Nomor 41, Jakarta Pusat. Mereka membahas instruksi Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

    Baca: SBY Larang Kader Demokrat Ikut Kegiatan Inkonstitusional

    Demokrat ingin mengantisipasi hal-hal inkonstitusional yang berpotensi dilakukan BPN. Klaim kemenangan sepihak Prabowo Subianto-Sandiaga Uno membuat Demokrat tak nyaman.

    Partai berlambang mercy masih konsisten menunggu hasil real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai pegangan. Hasil survei internal BPN yang memenangkan Prabowo-Sandi tak bisa dijadikan patokan.

    "Kita melihat ada potensi itu, sesuai dengan konstitusi dan undang-undang (UU), yang berwenang menentukan siapa yang pemenang itu kan KPU sebagai penyelenggara negara," tegas Amir.

    SBY sebelumnya memberi arahan pada kadernya melalui surat edaran. Salah satunya agar politikus Demokrat tak mengikuti kegiatan inkonstitusional.

    Baca: Pakar: Sandiaga Tertekan Saat Deklarasi Kemenangan

    SBY juga memastikan para pengurus dan kader Partai Demokrat tidak melibatkan diri dalam kegiatan yang bertentangan dengan konstitusi dan UU yang berlaku. Kader juga harus konsisten menjaga kebijakan pimpinan Partai Demokrat.

    Melalui surat edaran, SBY juga menyebut ada ketegangan yang muncul dan membahayakan dunia politik maupun keamanan Indonesia. SBY juga meminta kader segera melapor bila terjadi kegentingan dan situasi mengarah konflik.

    Surat itu ditembuskan ke Waketum Demokrat Syarief Hasan dan Komandan Kogasma Agus Harimurti Yudhoyono. Di bagian akhir surat, SBY memerintahkan kader Demokrat di BPN balik kanan untuk berkonsolidasi.



    (OJE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id