Ditemukan Kasus Satu Nama Terdaftar di Dua DPT

    Surya Perkasa, Ahmad Mustaqim - 15 April 2019 22:26 WIB
    Ditemukan Kasus Satu Nama Terdaftar di Dua DPT
    Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal
    Ponorogo: Kasus satu nama terdaftar di dua daftar pemilih tetap (DPT) jelang pencoblosan Pemilu 2019 kembali ditemukan. Warga Daerah Istimewa Yogyakarta atas nama Ahmad Mustaqim tercantum di DPT Desa Banguncipto, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo dan Desa Pondok, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo.

    Nama di dalam dua DPT itu sama persis saat dicek lewat situs KPU, termasuk nomor induk kependudukan (NIK). Yang membedakan, DPT di Desa Banguncipto tak terdapat gelar akademik, sedangkan DPT Desa Pondok tercantum gelar akademik.

    Mustaqim mengetahui hal itu setelah pulang ke Ponorogo pada Minggu, 14 April 2019. Sampai di kediaman orang tuanya, ia mendapati sudah ada undangan memilih atau form C6 atas nama dirinya dari panitia pemungutan suara (PPS) Desa Pondok.

    "Padahal secara administratif saya bukan warga sini (Desa Pondok). Sudah jadi warga Kulon Progo," kata dia kepada Medcom.id pada Senin, 15 April 2019.

    Mustaqim sudah pindah administrasi kependudukan ke Kulon Progo sejak 2018. Dia sudah memegang kartu keluarga (KK) Kulon Progo pada Juni 2018.

    "Pindahan itu sudah sekaligus ngurus KTP Elektronik. Sudah KTP Kulon Progo juga," ujarnya.

    Ia mengaku memutuskan menghapus gelar akademik di KK maupun KTP saat pindah kependudukan. Dia berinisiatif mengembalikan form C6 di alamatnya yang lama.

    "Itu saya sudah dapat dua undangan C6. Tapi yang C6 di Desa Pondok sudah saya kembalikan. Jadi saya akan gunakan hak sebagai warga negara di Kulon Progo," ungkapnya.

    Ketua PPS Desa Pondok Rudi Herijanto mengaku temuan daftar pemilih ganda dengan luar daerah sejauh ini sudah dua kasus. Kejadian serupa terjadi di desa lain. PPS tak bisa berbuat banyak karena hanya menjalankan tugas sesuai prosedur.

    "Kami hanya mengerjakan sesuai data (dari dinas kependudukan). Pedoman kami pada DPT untuk mengeluarkan C6," kata dia.

    Dari laporan warga dengan ber-DPT ganda, Rudi mempersilakan warga menggunakan hak pilih di salah satu DPT. Nama warga yang terdaftar di DPT lain akan dicoret.

    "Kami sudah laporkan kasus atau temuan ini ke PPK. Kami sudah berupaya meminimalisasi adanya pemilih ganda," ujarnya.



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id