Pemaparan Capres saat Debat Dinilai Masih Normatif

    Theofilus Ifan Sucipto - 02 April 2019 03:15 WIB
    Pemaparan Capres saat Debat Dinilai Masih Normatif
    Diskusi soal debat capres di LIPI - Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.
    Jakarta: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menilai pemaparam kedua calon presiden (capres) saat debat keempat masih normatif. Padahal, kedua paslon disebut memiliki gagasan menarik.

    "Saat pembahasan Pancasila misalnya, jawaban kedua capres normatif sekali," kata Peneliti Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan LIPI Khoirul Muqtafa dalam diskusi, Senin 1 April 2019.

    Khoirul menyebut kedua capres memiliki kalimat menarik yang seharusnya bisa dijelaskan lebih detail. Misalnya, kata dia, pernyataan mereka soal Pancasila.

    Jokowi yang mengatakan Pancasila adalah hasil kesepakatan founding fathers dan wajib dijalankan. Sedangkan Prabowo menyebut Pancasila harus dipertahankan sampai titik darah terakhir.

    Selain itu, lanjut dia, pernyataan kedua capres soal bagaimana Pancasila diterapkan juga menarik. Khoirul mencontohkan Prabowo mengusul pemimpin harus memberi contoh, ada politik persatuan, dan tidak memecah belah. "Sedangkan Jokowi mengedepankan sopan santun, tata krama, dan toleransi," imbuh Khoirul.

    Pun saat keduanya ditanya soal Bhinneka Tunggal Ika, kata dia, sebenarnya ada kontras gagasan yang menarik. Contohnya Jokowi menekankan aspek keberagaman, sedangkan Prabowo menekankan persatuan. Khoirul menyayangkan hal itu hanya berhenti di pernyataan.

    "Jokowi bicara perbedaan dulu, baru persatuan. Prabowo bicara persatuan dulu, baru perbedaan. Ini jadi diskursus menarik tapi enggak muncul," pungkasnya.

    Sebelumnya, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menilai capresnya menyampaikan strategi selama debat keempat Pilpres 2019. Selama debat, pernyataan Jokowi bukan retorika semata.

    "Dalam debat ini titik beratnya adalah strategi bukan informasi. Kita melihat calon 01 tadi mengetengahkan strateginya, bukan berbicara retorika," kata Wakil Ketua TKN, Moeldoko usai debat di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu, 30 Maret 2019. 

    Moeldoko menilai masyarakat tak membutuhkan informasi terkait masalah apa yang sedang dialami bangsa ini. Masyarakat membutuhkan solusi yang ditawarkan oleh kedua kandidat. Jokowi dianggap telah menawarkan berbagai solusi strategis. 

    Sementara itu, Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno terkesan dengan sikap kedua calon presiden di debat keempat. Di akhir debat, Jokowi dan Prabowo menunjukkan komitmen terhadap persatuan bangsa meski berbeda pilihan politik. 

    "Menurut saya closing-nya cantik dua-duanya. Dan kita apresiasi Pak Jokowi menggunakan closing statement itu untuk memastikan persahabatan, dan Pak Prabowo juga menggunakan closing statement untuk meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa perbedaan pilihan politik itu wajar jangan sampai memecah belah bangsa ini," kata Sandi di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu malam, 30 Maret 2019.

    Sandi menambahkan performa Prabowo di debat keempat sudah sesuai harapannya. Mantan Danjen Kopassus itu berhasil menyampaikan poin-poin yang menjadi topik utama dalam debat.



    (EKO)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id