Dedi-Dewi, Senjata Jokowi-Maruf Tingkatkan Kesejahteraan

    Desi Angriani - 13 April 2019 23:12 WIB
    Dedi-Dewi, Senjata Jokowi-Maruf Tingkatkan Kesejahteraan
    Paslon 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin dalam debat pilpres kelima, di Jakarta, 13 April 2019. (Foto: Antara).
    Jakarta: Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin menyiapkan Desa Wisata (Dewi), Desa Digital (Dedi) untuk meningkatkan kesejahteraan sosial dan memberdayakan ekonomi masyarakat. 

    "Ya tadi ada Dewi, ada Dedi untuk meningkatkan kesejahteraan sosial," ujar Jokowi dalam debat capres-cawapres kelima mengenai ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi, perdagangan dan industri di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu 13 April 2019.

    Untuk meningkatkan partisipasi kerja perempuan yang baru mencapai 51 persen, Jokowi mengaku telah menyiapkan tiga program yakni Mekaar, UMi dan Bank Wakaf. Ketiga program tersebut diyakini akan memperbaiki kesejahteraan keluarga dan masyarakat di daerah.

    "Kami meyakini tiga program ini akan memberikan kemandirian ekonomi keluarga," ungkap dia.

    Jokowi menuturkan program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) yang merupakan program pinjaman bagi ibu-ibu pedagang asongan dan makanan telah mencapai 4,5 juta nasabah. Program itu menyediakan pinjaman sebesar Rp2 juta-Rp3 juta, hingga mendapat pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR).

    "Dan ini didampingi ada pendampingan dan sudah berjalan empat tahun dan sudah 4,2 juta nasabah," ungkap dia.

    Selanjutnya, pembiayaan ultra mikro (UMi) dari perbankan. Program pembiayaan ini adalah tahap lanjutan dari bantuan sosial menuju kemandirian usaha, serta merupakan komplementer program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

    Pembiayaan UMi merupakan program pembiayaan kepada masyarakat usaha mikro di lapisan terbawah yang belum dapat difasilitasi oleh perbankan, dengan pembiayaan paling banyak Rp10 juta per nasabah.

    "Kedua UMi yang sudah kita kerjakan 1,5 tahun dengan nasabah 1,1 juta. Kita dorong wanita dan perempuan Indonesia lebih produktif," tambahnya.

    Terakhir, mendirikan Bank Wakaf Mikro di lingkungan pesantren. Saat ini, Bank Wakaf Mikro telah ada di 20 pesantren antara lain di daerah Cirebon, Jawa Barat; Serang, Banten; serta Surabaya, Jawa Timur. 

    "Bank wakaf mikro yang kita dirikan juga sama hampir 90 persen nasabahnya di lingkungan ponpes," pungkas dia.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id