MAGHRIB 17:47

    Untuk Jakarta dan sekitarnya

    IMSAK 04:26
    SUBUH 04:36
    DZUHUR 11:53
    ASHAR 15:14
    ISYA 19:00

    Download Jadwal Imsakiyah

    Sejarah Hitung Cepat Tak Pernah Bohong

    Ilham Pratama Putra - 22 April 2019 08:44 WIB
    Sejarah Hitung Cepat Tak Pernah Bohong
    Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Erick Thohir. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra.
    Jakarta: Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin Erick Thohir menekakan hasil hitung cepat alias quick count Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 adalah ilmiah dan bisa dipercaya. Prediksi hasil akhir dari penghitungan itu juga kerap akurat. 

    Erick menegaskan hal ini dalam merespons aksi oknum pendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang mencetak spanduk menghasut masyarakat untuk tak percaya hasil quick count. Spanduk itu bertebaran di beberapa tempat, seperti Ciledug dan Tangerang.
    "Kalau ada spanduk seperti itu, ya itu sah-sah saja. Tapi kalau kita melihat dari pada sejarah, ketika pemilu (pemilihan umum) DKI, ketika Pak Anies dan saudara kita, sahabat kita, saudara Sandi kan menang, bahwa itu hasilnya juga quick count yang menjadi hasil kemenangan," kata Erick di The Pallas, Jakarta Selatan, Minggu 21 April 2019.

    Pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017, pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno memang mengalahkan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat. Pada hitung cepat, Basuki-Djarot meraih 42 persen suara, sedangkan Anies-Sandi 58 persen.

    Angka hitung cepat ini pun tak berbeda jauh dengan penghitungan yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI. Versi remi, Anies-Sandi mendapatkan 57,95 persen suara, sedangkan Ahok-Djarot 42,05 persen. 

    Mengingat fenomena Pilkada DKI 2017, Erick pun menyayangkan beredarnya spanduk yang menghasut publik agar tak percaya hitung cepat ini. Spanduk yang viral di media sosial itu seakan meragukan sejumlah lembaga survei terbaik di Indonesia.

    "Jelas quick count ini hasil dari 12 lembaga survei ternama juga masih dipertanyakan. Kalau mereka juga masih tidak percaya, hasil KPU juga sampai hari ini masih baik dan kita punya data sendiri, dan kalau tidak salah rekan media juga akan diundang ke data center kita. Itu juga membuktikan kalau kita ini menyajikan data yang sah dan riil," ujar Erick. 

    Pihaknya juga menepis anggapan jika partai koalisinya curang  dalam Pemilu 2019. Menurut dia, Jokowi-Ma'ruf  sebagai calon yang didukung bukanlah sosok yang mahir berbuat curang.

    "Kita tidak punya DNA dalam arti menipu atau curang. Saya rasa figur Pak Jokowi juga bukan figur seperti itu," sambung Erick.

    Lebih lanjut, Erick menjelaskan jika pihaknya juga telah mengumpulkan data penghitungan suara secara mandiri. Hasilnya tak berbeda jauh dengan lembaga penyelenggara hitung cepat.

    "Kalau liat data statistik sendiri, ini luar biasa. Dan insyaallah. Data-data kita menunjukkan kita menang di 55 persen. Ini bukan klaim, tapi ini data dan fakta, ketika quick count berjalan, ketika real count berjalan, hasilnya sama," ujar Erick. 

    Meski begitu, Erick tetap sabar menunggu hasil penghitungan resmi dari KPU. Penyelenggara pemilu akan umumkan presiden dan wakil presiden terpilih pada Rabu, 22 Mei 2019.

    Baca: Situng KPU: Jokowi-Ma'ruf 54,76% Prabowo-Sandi 45,24%

    Pencoblosan Pemilu 2019 sudah berlangsung pada Rabu, 17 April 2019. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, publik memilih secara bersamaan presiden serta wakilnya di DPR, DPRD, dan DPD.

    Berdasarkan hitung cepat, pasangan Joko Widodo-Ma’ruf diprediksi memenangkan Pilpres 2019. Jokowi-Ma’ruf meraih sekitar 54 persen suara, sedangkan rivalnya Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 45 persen.
     
    Namun, kubu Prabowo enggan mengakui hasil hitung cepat yang disiarkan sejumlah media nasional. Prabowo mengeklaim sebagai pemenang Pilpres 2019 berdasarkan penghitungan internal jajarannya. Relawan pun diminta mengawal suara di daerah.

    Angka yang ditampilkan dalam hitung cepat sejatinya tak beda jauh dengan sistem informasi hasil hitung suara (situng) KPU. Per pagi ini, Jokowi meraih 54,76 persen suara, sedangkan Prabowo 45,24 persen dalam sistem resmi dari KPU ini.




    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id