Arah Pembangunan Ekonomi Jokowi Dianggap Penuh Optimisme

    Ilham wibowo - 13 April 2019 22:22 WIB
    Arah Pembangunan Ekonomi Jokowi Dianggap Penuh Optimisme
    Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan calon wakil presiden nomor urut 01 Maruf Amin saat debat. Foto: MI/Ramdani
    Jakarta: Pendiri Mayapada Group Dato Sri Tahir menyebut, arah program ekonomi calon presiden petahana Joko Widodo memiliki konsep yang jelas. Setelah merampungkan infrastruktur, investasi dan kualitas sumber daya manusia jadi prioritas yang perlu dilanjutkan. 

    "Bapak presiden pada saat masuk kantor empat tahun yang lalu, pertama adalah menghapusakan high coast ekonomi mulai dari subsidi dihapus, dwelling time dan reformasi (Badan Koordinasi Penanaman Modal) BKPM untuk memudahkan investasi," ucap Tahir dalam sebuah diskusi di studio Medcom.id, Jumat, 13 April 2019.

    Baca Juga: Ekonomi Indonesia Tak Bisa Dibangun Langsung Sekejap Mata

    Stimulasi pertumbuhan ekonomi melalui Paket Kebijakan Ekonomi hingga seri ke-XVI juga dinilai sangat tepat. Sebab pemerintah ingin terus mendorong kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan ekonomi yang efisien.

    Kebijakan ekonomi pemerintahan calon petahana juga telah dirasakan masyarakat luas. Menurut Tahir, Jokowi berhasil membangun pemerataan ekonomi.

    "Salah (arah) itu apa dulu, kalau bicara menutup supaya tidak didomiasi asing menurut saya itu kurang propper, karena dengan teknologi sekarang apa yang terjadi di Indonesia secara reaal time juga terjadi di Amerika," ucap filantropis ini.

    Baca Juga: Cek Fakta: Tingkat Ketimpangan Indonesia Menurun

    Tantangan ekonomi global yang dihadapi Presiden Jokowi memang cukup berat. Terutama untuk bisa membawa ekonomi nasional terus tumbuh. Namun pertumbuhan ekonomi 5,17 persen pada 2018 menjawab hal tersebut.

    "Kita menghadapi masalah federal reserve (AS) menaikan bunga terus, ekonomi Tiongkok dan komoditi di seluruh dunia mengalami penurunan yang faktor eksternal. Tetapi ada internal faktor, dengan infrastruktur itu sangat tepat," ungkapnya. 

    Upaya peningkatan ekonomi ini berkaca dari program pemerintah Tiongkok yang fokus terhadap penguatan infrasatruktur sejak 2008. Hasilnya saat ini, kata Tahir, Negri Tirai bambu itu menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi terkuat kedua di dunia.  

    "Ekonomi infrastruktur tepat, memang nanti yang akan menikmati anak kita dan cucu kita, tapi itu akan baik hingga 20 tahun ke depan," ucapnya. 



    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id