Bagus Bawana Diyakini Terkait BPN Prabowo-Sandi

10 Januari 2019 12:47 wib
Polisi menggiring Bagus Bawana Putra (tengah), tersangka kasus
Polisi menggiring Bagus Bawana Putra (tengah), tersangka kasus hoaks surat suara tercoblos di Mabes Polri, Jakarta. (Foto: ANTARA/Reno Esnir)

Jakarta: Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Johnny G Plate menilai wajar Bagus Bawana Putra sang kreator hoaks surat suara tercoblos tak diakui oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi. Mengakui Bagus sama saja dengan blunder.

"Kalau secara formal bisa saja (tidak diakui) karena tidak mungkin tim formal melakukan aksi kotor di lapangan. Kalau masuk ke dalam struktur resmi tentu itu keteledoran luar biasa," ujarnya dalam Prime Talk Metro TV, Rabu, 9 Januari 2019.

Johnny meyakini Bagus bukan orang sembarangan yang bisa dengan mudah membuat hoaks surat suara tercoblos dengan tujuan mendelegitimasi proses pemilu. Andai Bagus hanya operator lapangan, misalnya, pernyataan dalam rekaman yang menyebut sejumlah nama oposan menjadi salah satu bukti ada keterkaitan.

"Kita tidak bisa mudah mempercayai ini terpisah sama sekali karena dalam rekaman digital disebutkan semua nama-namanya. Yang perlu kita lihat adakah relasinya untuk diuraikan," kata dia.

Atas asumsi tersebut, politikus Partai NasDem ini pun meminta agar penyidikan kasus hoaks surat suara tercoblos tidak berhenti sampai di Bagus. Selain memastikan sistem demokrasi tidak dirongrong terus menerus atas nafsu kepentingan, Johnny percaya ada aktor intelektual yang memberi pengaruh lebih besar kepada Bagus.

"Ini untuk menyelamatkan demokrasi kita. Karena ini proses penting dalam sirkulasi nasional dan tidak bisa hanya dianggap kriminal biasa," kata dia.




(MEL)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.