Ma'ruf Tetap Yakin Menangkan Pilpres Meski Digugat ke MK

    Antara - 15 Juni 2019 09:42 WIB
    Ma'ruf Tetap Yakin Menangkan Pilpres Meski Digugat ke MK
    Ma'ruf Amin--Medcom.id/Husen Miftahudin.
    Palu: Calon wakil presiden 01, Ma'ruf Amin, yakin memenangkan pemilu presiden 2019 walaupun Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga mengajukan gugatakan pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK). Ma'ruf menilai gugatan yang dilayangkan BPN Prabowo-Sandiaga kabur.

    "Insyaallah karena memang yang digugat itu kan tidak begitu jelas," kata Ma'ruf usai menghadiri halalbihalal dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Tengah, di Palu, Jumat, 14 Juni 2019, malam. 
    Ma'ruf yakin tetap menang, karena Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai tergugat punya argumentasi kuat, juga bukti yang begitu banyak. Sehingga, menurut Ma'ruf semua gugatan yang dikirim BPN Prabowo-Sandiaga akan patah. 

    "Karena yang digugat KPU. Bukti-buktinya saya dengar ada beberapa kotak (272 kontainer) yang disiapkan. Saya kira yakin menang Pilres," ucapnya.    

    Ma'ruf mengaku, dirinya dan capres petahana Joko Widodo merasa digantung terkait hasil pemilihan presiden. Meski, KPU telah mengumumkan pemenang pilpres 2019 adalah pasangan Jokowi-Ma'ruf. 

    "Menurut quick qount kami menang, menurut KPU menang tapi masih tergantung. Ibaratnya orang kawin masih tergantung jadi belum ditetapkan sebagai pemenang Pilpres," tandasnya. 

    Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) menerima dalil perbaikan gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres yang diajukan Prabowo-Sandi, dalam sidang pendahuluan di MK di Jakarta, Jumat, 14 Juni 2019.

    MK kemudian memberikan waktu kepada KPU selaku termohon, Jokowi-Ma'ruf selaku pihak terkait dan Bawaslu selaku pihak pemberi keterangan, menyiapkan jawaban atas dalil gugatan Prabowo-Sandi sebelum sidang berikutnya digelar Selasa, 18 Juni 2019, pekan depan pukul 09.00 WIB.

    "Jawaban itu diserahkan sebelum sidang dilanjutkan Selasa jam 09.00 WIB pagi," kata Ketua MK Anwar Usman dalam persidangan.

    Awalnya MK menetapkan agar jawaban diberikan Senin, 17 Juni 2019, sementara KPU meminta jawaban dapat diberikan Rabu, 19 Juni 2019. Akhirnya MK mengambil keputusan agar jawaban diberikan maksimum Selasa sebelum sidang berlangsung.

    Ketiga pihak yakni KPU, tim hukum Jokowi-Ma'ruf serta Bawaslu pun menyepakati hal tersebut. Sebelumnya KPU dan tim hukum Jokowi menolak keputusan MK menerima dalil perbaikan gugatan Prabowo-Sandi. Menurut tim hukum Jokowi, Peraturan MK tidak mengatur pengajuan perbaikan dalil gugatan Pilpres setelah batas waktu pengajuan berakhir.



    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id