MAGHRIB 17:47

    Untuk Jakarta dan sekitarnya

    IMSAK 04:25
    SUBUH 04:35
    DZUHUR 11:53
    ASHAR 15:14
    ISYA 18:59

    Download Jadwal Imsakiyah

    Fahri Hamzah: Caleg PKS Enggan Kerja

    Ilham Pratama Putra - 08 Maret 2019 16:17 WIB
    Fahri Hamzah: Caleg PKS Enggan Kerja
    Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Foto: MI/Bary Fathahilah.
    Jakarta: Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah memprediksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak bisa mengisi bangku Parlemen hasil Pemilu 2019. PKS dinilai terkendala ambang batas Parlemen sebesar 4 persen.

    "Itukan dugaan saya aja, karena mereka menolak ya. Calegnya (calon anggota legislatif) ini enggan kerja, dugaan saya," kata Fahri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat, 8 Maret 2019.
    Menurut dia, keengganan caleg PKS untuk bekerja karena diminta menandatangani surat pengunduran diri dengan tanggal kosong. Hal itu mengendurkan semangat para caleg yang bisa ditendak sewaktu-waktu.

    "Sudah disuruh tanda tangan pengunduran diri, nanti itu kalau mereka mau diganti, tinggal taruh tanggal, lalu tanggal kirim ke KPU (Komisi Pemilihan Umum). Orang kaya gitu mau kerja enggak? Pasti enggak maulah," kata Fahri.

    Selain itu, para caleg juga diminta untuk menandatangani kesetiaan terhadap PKS. Bagi Fahri, hal ini juga tidak masuk akal.

    "Kadernya juga disuruh menandatangani apa yang mereka sebut ikrar kesetiaan. Hari gini ya kan? Orang enggak digaji kok disuruh tanda tangan perjanjian kesetiaan?" jelas politikus PKS itu.

    Dari dua hal tersebutlah Fahri menyimpulkan jika PKS tak punya kekuatan untuk masuk Parlemen. Partai yang dipimpin Sohibul Iman itu dinilai tidak punya semangat pada pesta demokrasi tahun ini.

    "Itu membuat mereka enggak punya tenaga buat menang," jelas dia.

    Baca: Fahri Ragu PKS Lolos ke Senayan

    Di sisi lain, PKS masih berharap pada efek ekor jas dari pasangan calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Hal ini menanggapi hasil penelitian sejumlah lembaga survei yang memprediksi PKS tak lolos ambang batas parlemen di Pemilu 2019.
     
    "Untuk memastikan PKS melampaui parliamentary threshold, kami tetap mengoptimalkan coattail effect dari kampanye capres/cawapres, terutama kampanye bersama cawapres Sandiaga Uno," kata Direktur Pencapresan PKS Suhud Alinuddin, Kamis, 29 November 2018.
     
    Untuk target suara di pileg, PKS realistis dan tak muluk. Setidaknya, dia ingin partainya menyamai pencapaian suara di Pemilu 2014. Suhud yakin target itu bisa tercapai dengan mengampanyekan partai dan capres/cawapres.
     
    "Dari pengalaman pemilu sebelumnya captive pemilih PKS itu berada di kisaran enam persen. Kami yakin di Pemilu 2019 minimal PKS di angka itu," jelas dia.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id