KPU Dinilai Terlalu Akomodatif Terhadap Paslon

Whisnu Mardiansyah - 12 Januari 2019 16:09 wib
Mantan Komisioner KPU RI, Sigit Pamungkas - Medcom.id/Whisnu
Mantan Komisioner KPU RI, Sigit Pamungkas - Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.

Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai lembaga tertinggi penyelenggara pemilu, memiliki kedaulatan penuh yang tak bisa diintervensi oleh pihak mana pun. Namun, KPU saat ini dinilai terlalu akomodatif terhadap tuntutan dan permintaan pasangan calon.  

Mantan Komisioner KPU RI, Sigit Pamungkas mengungkapkan, KPU saat ini cenderung tak memiliki kendali penuh. Sebagai contoh, terkait penyusunan tema debat yang disusun berdasarkan konsensus dengan pasangan calon.

"Dulu disusun oleh pakar (panelis yang ditunjuk langsung oleh KPU) yang ditentukan oleh KPU tanpa berkoordinasi dengan paslon," beber Sigit dalam diskusi bertajuk 'Jelang Debat siapa Hebat' di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu, 12 Januari 2019.

Kebijakan memberikan kisi-kisi pertanyaan debat juga dikritisi. Sigit menyebut pertanyaan debat sepenuhnya kebijakan panelis, KPU sekalipun tidak bisa mengintervensi itu. 

(Baca juga: Kisi-Kisi Pertanyaan Debat Bakal Dievaluasi)

"Sekarang disusun tim panelis, dulu tim panelis menggarap isu-isu stratergis, bahkan kami dulu penyelenggara pemilu sampai tidak tahu. Kalau sekarang moderator sekedar membacakan," urai dia. 

Terkait hal-hal itu, Sigit menyimpulkan, bahwa KPU saat ini berbeda dengan KPU pada debat Pilpres 2014 lalu. KPU saat itu dinilai lebih memegang kendali atas aturan main debat. 

"Dulu KPU menetukan aturan main sehingga kontestan menuruti penyelenggara Pemilu. Kalau sekarang penyelenggara Pemilu menyerahkan pada kontestan," pungkas dia. 
 


(REN)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.