Jokowi Punya Perhatian untuk Pertahanan

    Ilham Pratama Putra - 02 April 2019 03:10 WIB
    Jokowi Punya Perhatian untuk Pertahanan
    Diskusi di Kantor CSIS, Jakarta. Foto: Medcom.id/
    Jakarta: Pertahanan negara menjadi salah satu tema yang dibahas pada debat keempat. Calon presiden (capres) nomor urut 01, Jokowi dinilai unggul dari penantangnya, capres nomor urut 02 Prabowo Subianto.

    Pengamat pertahanan Universitas Indonesia, Yandry Kurniawan mengatakan Jokowi sudah memperhatikan pertahanan dengan baik. Jokowi punya program yang mampu mensejahterahkan aparat.

    "Untuk kesejahteraan Pak Jokowi relatif unggul ya. Dalam artian dia sudah tingkatkan. Ada Tukin, tunjangan kinerja untuk bintara, untuk prajurit," ungkap Yandri di Kantor CSIS, Jakarta, 1 April 2019.

    Dia mengatakan, harusnya Jokowi masih bisa mengembangkan soal kesejahteraan aparat dalam beradu debat dengan Prabowo. Karena menurutnya informasi itu sangat menarik untuk diketahui.

    Diketahui, saat debat 30 Maret 2019 itu, Jokowi lebih berfokus pada industri pertahanan. Jokowi menyampaikan penggunaan anggaran pertahanan lebih ditujukan untuk membangun industri alat utama sistem senjata (alutsista). 

    "Jangan belanja, tapi investasi. Anggaran (pertahanan) kita akan pakai buat membangun industri alutsista," tegas Jokowi dalam debat capres di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu, 30 Maret 2019.

    Hal tersebut merupakan upaya pemerintah sebagai investasi di bidang pertahanan. Nyatanya, investasi berupa alutsista ternyata mampu meningkatkan nilai ekspor kendaraan tempur buatan dalam negeri. 

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor kendaraan tempur dan bagiannya pada 2010 sebesar USD60 juta. Pada 2017 nilainya melonjak jadi USD745,18 juta atau lebih dari Rp10 triliun.

    Pada periode Januari-Juni 2018, nilai ekspor kendaraan tempur nasional kembali meningkat lebih dari 51 persen. Dari USD309,54 juta menjadi USD467,89 juta.

    Ini mengindikasikan tingginya kepercayaan negara lain terhadap produk-produk militer buatan PT Pindad (Persero). Salah satu pelanggan PT Pindad adalah Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). 

    Saat ini, setidaknya ada 80 panser Anoa buatan dalam negeri digunakan dalam misi perdamaian PBB di Asia dan Afrika.




    (EKO)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id