MAGHRIB 17:47

    Untuk Jakarta dan sekitarnya

    IMSAK 04:26
    SUBUH 04:36
    DZUHUR 11:53
    ASHAR 15:14
    ISYA 19:00

    Download Jadwal Imsakiyah

    PLN Batam Operasikan Seluruh Pembangkit untuk Pemilu

    Anwar Sadat Guna - 14 April 2019 11:36 WIB
    PLN Batam Operasikan Seluruh Pembangkit untuk Pemilu
    Suasana di PLTG Panaran, Tanjunguncang, Batam. Salah satu mesin pembangkit di PLTG ini mengalami gangguan. Medcom.id/Anwar Sadat Guna
    Batam: Menjelang Pemilu 2019, Bright PLN Batam mengoperasikan seluruh mesin pembangkit untuk menyukseskan pesta demokrasi tersebut. Termasuk menyiagakan 11 unit generator set untuk 11 kecamatan di Batam. Bright PLN Batam juga meyiapkan dua genset untuk KPU dan Panwaslu.

    Direktur Operasi bright PLN Batam Awaluddin Hafid mengatakan, pengoperasian mesin pembangkit yang dikelola PLN Batam dan swasta untuk mengantisipasi gangguan yang tidak direncanakan menjelang Pemilu maupun setelah Pemilu 2019.
    "Listrik akan sangat dibutuhkan pada proses penghitungan suara dan tahapan akhir Pemilu nanti," ujarnya, Sabtu, 13 April 2019.    

    Dalam beberapa hari ini, pemadaman listrik secara bergilir terjadi di Batam karena pemeliharaan beberapa mesin pembangkit. Gangguan pada mesin pembangkit di PLTG Panaran dan PLTGU Tanjunguncang, Batam, membuat pasokan listrik tidak maksimal.

    Sistem kelistrikan Batam-Bintan dari seluruh kapasitas pembangkit mencapai 560 MW dengan tiga pembangkit besar yakni, PLTU TJK (110 MW), PLTGU Tanjunguncang (200 MW) dan PLTG Panaran (160 MW). Lainnya yakni mesin pembangkit PLTD baik di Batam maupun Bintan.  

    Beban puncak Batam-Bintan pernah mencapai 462 MW. Namun, rata-rata beban puncak di Batam berkisar 440-445 MW. "Ketika cuaca panas dan kelembaban udara tinggi, otomatis penggunaan listrik akan semakin tinggi," ujarnya.  

    PLTGU tak bisa bekerja maksimal karena kerusakan salah satu mesin pembangkit sejak Oktober 2018. Sehingga pasokan listrik berkurang sekitar 50 persen.  "Kami sudah memesan spare part mesin tersebut dari Inggris dan saat ini sedang dalam perjalanan menuju Batam," ujarnya.  

    Lerusakan salah satu mesin pembangkit PLTG Panaran terjadi di awal April 2019 dan menyebabkan kapasitasnya hanya sekitar 40 MW. Hal ini pula yang menyebabkan pemadaman bergilir.

    Manager Operasi PLTG Panaran, Benediktus Lilik Arie Susetyo, menambahkan, di kawasan yang dikelola Mitra Energi Batam (MEB) ini terdapat lima mesin pembangkit. Empat mesin milik MEB berkapasitas 4 X 40 MW (160 MW) dan satu mesin milik PLN Batam berkapasitas 24 MW.  

    Benediktus Lilik mengatakan, saat ini ada kerusakan pada salah satu mesin pembangkit di MEB. Kerusakan terjadi pada bagian power turbin dan gas generator. Hal ini membuat mesin tak bisa dioperasikan, sehingga MEB menggunakan satu mesin cadangan berkapasitas 19 MW.

    "Kami sudah memesan mesin pembangkit pengganti. Power turbin sudah tiba hari ini, sedangkan gas generator baru akan diberangkatkan menuju Batam," ujar Lilik. MEB memesan dan menyewa gas generator tersebut dari Inggris, tepatnya di Skotlandia.
          
    Kerusakan pada salah satu mesin pembangkit ini membuat pasokan listrik yang dihasilkan MEB di PLTG Panaran tak maksimal karena kehilangan sekitar 30 MW. Penyebab kerusakan mesin saat ini ditangani tim ahli dari Inggris. Hasilnya nantinya akan disampaikan ke MEB.



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id