Elite Politik Diminta Terima Kenyataan

    Ilham wibowo - 21 April 2019 15:35 WIB
    Elite Politik Diminta Terima Kenyataan
    Kotak suara. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.
    Jakarta: Elite politik diminta mengurangi tindakan yang berpotensi membuat perpecahan di masyarakat. Klaim kemenangan suara pemilihan umum (pemilu) bisa dilakukan setelah muncul keputusan resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU). 

    Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) Lucius Karus mengatakan keputusan hasil rekapitulasi pemilu mutlak bakal menentukan kandidat pemenang. Kesiapan kandidat menerima hasil dinilai perlu dikedepankan terutama saat menghadapi kekalahan. 

    "Keputusan KPU akan sangat pahit khusus untuk mereka yang kalah. Siapkan hati menerima kenyataan di hari nanti dan kurangi provokasi," kata Lucius ditemui di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Minggu, 21 April 2019. 

    Menurut dia, masyarakat sudah jengah menghadapi polemik politik yang mestinya brakhir pada pencoblosan Rabu, 17 April 2019. Padahal, setiap pemilu hasil penghitungan cepat tak pernah meleset dalam memvonis kandidat yang diprediksi kalah.  

    "Kelompok yang divonis duluan tidak puas dan melakukan perlawanan terhadap proses pemilu. Kedewasaan peserta pemilu perlu hadir, deklarasi damai itu belum muncul," ungkap dia. 

    Ia menegaskan hingga saat ini belum ada keputusan penyelenggara pemilu yang menentukan kandidat pemenang hingga 22 Mei 2019. Untuk itu, tindakan elite politik yang memaksakan klaim kemenangan berpotensi memecah belah persatuan. 

    "Perlu ciptakan situasi kondusif dan mulai dari para elite politik dengan menghargai semangat kepada para pemilih. Kita berharap elite politik jadi kelompok pertama punya inisiatif menunggu pengumuman KPU," pungkas dia.

    Pencoblosan Pemilu 2019 sudah berlangsung pada Rabu, 17 April 2019. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, publik memilih secara bersamaan presiden serta wakilnya di DPR, DPRD, dan DPD.

    Baca: Kedamaian Pencoblosan Tak Boleh Dinodai Elite

    Berdasarkan hitung cepat, pasangan Joko Widodo-Ma’ruf diprediksi memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Jokowi-Ma’ruf meraih sekitar 54 persen suara, sedangkan rivalnya Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 45 persen.

    Namun, kubu Prabowo enggan mengakui hasil hitung cepat yang disiarkan sejumlah media nasional. Prabowo mengeklaim sebagai pemenang Pilpres 2019 berdasarkan penghitungan internal jajarannya. Relawan pun diminta mengawal suara di daerah.

    Ketua KPU Arief Budiman menegaskan hasil hitung cepat hanya bisa dijadikan sebuah referensi. KPU akan mengumumkan resmi hasil perhitungan suara yang sah pada 22 Mei 2019.




    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id