Prabowo-Sandi Dianggap Rombak Total Visi Misi

    11 Januari 2019 11:07 WIB
    Prabowo-Sandi Dianggap Rombak Total Visi Misi
    Pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Foto: Medcom.id/Mohammad Rizal.
    Jakarta: Perubahan visi misi pasangan calon Prabowo Subianto-Sandiaga di Pilpres 2019 dianggap sangat signifikan. Visi misi dianggap berubah total dari sebelumnya. 

    "Kita bisa lihat sama-sama, kata demi kata yang tertulis dalam visi misi baru Prabowo-Sandi. Hanya 19 dari 238 program aksi atau sekitar 7,98 persen yang persis sama dengan visi misi lama," kata juru bicara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily, Jumat, 11 Januari 2019. 
    Menurut dia, sebanyak 116 dari 238 agenda aksi atau sekitar 48,74% baru sama sekali. "Sisanya adalah editing bahasa sehingga bahasa yang sebelumnya amburadul, dipoles lagi agar lebih terlihat canggih," ungkap dia.

    Dia menilai banyak agenda aksi baru yang dibuat menjiplak visi misi Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Kubu Prabowo dianggap menawarkan agenda aksi yang sudah dijalankan Jokowi. 

    "Misalnya: mengubah Paradigma Sehat menjadi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat yang mana program ini sudah dijalankan Jokowi dalam 4 tahun terakhir dan termuat dalam visi misi pasangan calon 01," jelas dia.

    Ace juga menemukan banyak menemukan agenda aksi yang dihapus dalam visi misi baru. Beberapa di antaranya adalah soal outsourching, mencegah defisit BPJS, hingga memastikan ketersedian obat di fasilitas pelayanan kesehatan. 

    Dia menilai hal ini menandakan pasangan calon 02 menarik janjinya yang bombastis karena tidak siap dengan gagasan yang ditawarkan. Dokumen baru, kata dia, juga menghapus rumusan Trisakti dengan menghilangkan kalimat "berdaulat di bidang politik, berdiri di atas kaki sendiri di bidang ekonomi, dan berkepribadian nasional yang kuat di bidang budaya". 

    Baca: Isu SARA Diharamkan dalam Debat Pilpres

    "Ini cukup fundamental. Apakah visi yang menjadi mimpi besar saja bisa diubah-ubah begitu saja? Jadi salah besar narasi yg dibangun oleh timses paslon 02 bahwa mereka hanya memoles gincu estetika dan sekadar revisi," ungkap dia.

    Ace menekankan orisinalitas visi dan misi sangat penting untuk menunjukkan intensi asli seseorang untuk memimpin. Visi misi harus jadi niat awal.

    "Jangan jadikan visi misi semata rangkaian kata dan kalimat yang disusun atau dirombak dengan mudah hanya sebagai taktik memenangkan pemilu," beber dia.





    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id