Yusril Sempat Diminta Jadi Timses Prabowo-Sandi

    08 November 2018 11:45 WIB
    Yusril Sempat Diminta Jadi Timses Prabowo-Sandi
    Yusril Ihza Mahendra. (Foto: MI/Susanto)
    Jakarta: Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra sempat mendapatkan tawaran menjadi bagian dari tim pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Tawaran datang beberapa bulan sebelum Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) itu menyatakan siap menjadi pengacara pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

    "Waktu itu saya diajak bergabung tim sukses Prabowo-Sandi, bukan ditawari menjadi advokat mereka," ujar Yusril via sambungan telepon dalam Metro Pagi Primetime, Kamis, 8 November 2018.
    Atas tawaran tersebut Yusril mengaku tak bisa menentukan sikap pada saat itu juga termasuk mengiyakan atau menolak. Sebabnya, tawaran itu lebih bersifat umum mengajak seluruh jajaran PBB, bukan ajakan dalam konteks profesionalitas dia sebagai advokat.

    Lantaran melibatkan partai, Yusril kemudian mengajukan beberapa pertanyaan kepada kubu petahana sebagai bahan pertimbangan. Hal ini dilakukan agar PBB tidak salah mengambil keputusan serta meminimalisasi masalah yang mungkin datang di kemudian hari. "Tapi sudah lebih dari tiga bulan tidak pernah ada jawaban," kata dia.

    Yusril mengatakan pertanyaan yang diajukan hanya seputar pembentukan koalisi. Ia mempertanyakan koalisi seperti apa yang hendak dibangun oleh kubu penantang. 

    Ia dan PBB hanya ingin kejelasan negosiasi dan posisi partai setelah memberi dukungan kepada Prabowo-Sandi. Manakala ajakan itu tidak jelas arahnya, partai dikhawatirkan hanya akan dirugikan.

    "Satu sisi kita disuruh memenangkan pasangan calon ini, di sisi lain kita dihabisi. Kan pemilunya serentak, hari ini keluarga besar PBB mendukung Prabowo-Sandi tapi di lapangan caleg PBB juga dihabisi caleg Gerindra," ungkapnya.

    Yusril menilai pertanyaan semacam itu penting dijawab terlebih dulu oleh kubu penantang sebelum PBB bulat memberikan dukungan. Namun hingga ia ditawari posisi advokat oleh kubu Jokowi-Ma'ruf tidak pernah ada jawaban atau respons dari pihak penantang.

    Sikap atas ketidakpastian itu kemudian ia serahkan sepenuhnya pada jajaran PBB untuk mengambil keputusan. Sebab, secara pribadi Yusril tidak bisa memutuskan arah dukungan partai.

    "Kalau ditanya bersedia tidak jadi lawyer saya bisa jawab sendiri. Tapi sampai hari ini Prabowo-Sandi tidak pernah menawarkan jadi lawyer, beda dengan Jokowi-Ma'ruf saya terima. Seperti itulah pendirian saya," jelasnya.





    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id