TKN Tantang Prabowo Ungkap Dapur Rekapitulasi

    Ilham wibowo - 21 April 2019 21:32 WIB
    TKN Tantang Prabowo Ungkap Dapur Rekapitulasi
    Posko input data C1 tim relawan TKN Jokowi-Ma'ruf. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.
    Jakarta: Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menantang calon presiden Prabowo Subianto mengadu data secara objektif. Data posko suara real count hasil kerja tim internal diminta untuk diuji publik.

    Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto mengatakan data C1 merupakan dasar penghitungan autentik perolehan suara pemilu. Publik perlu mengetahui detail klaim kemenangan yang telah berkali-kali diumumkan Prabowo secara lisan.

    "Jadi masing masing perlu membuka dapur rekapitulasi penghitungan suaranya itu baru suatu sikap yang objektif," kata Hasto di Hotel Grand Melia, Jakarta, Minggu, 21 April 2019.

    Posko input data C1 tim relawan TKN Jokowi-Ma'ruf telah dirilis kepada masyarakat. Lokasi yang dinamai war room real count tepatnya berada di ruang Legian Hotel Grand Melia, Kuningan, Jakarta Selatan. Ada 240 orang relawan yang bekerja bergantian tiga shift selama 24 jam.

    "Mereka berani diucap (klaim kemenangan) tapi belum pernah undang teman-teman pers ke dapur kamar hitungnya seperti kita," kata Hasto.

    Penghitungan suara nasional posko TKN sementara mencapai 14,66 persen dari total 813.350 TPS seluruh Indonesia. Total data suara yang masuk per hari ini pukul 16.30 WIB yakni 119.216 dari 813.350 TPS dengan total perolehan suara 23.847.734 suara.

    Perolehan sementara ini menunjukkan paslon Jokowi-Maruf sebesar 56,16 persen atau 13.155.012. Angka itu mengungguli paslon Prabowo-Sandiaga yang mendapatkan 45,84 persen  atau 10.693.723 suara.

    Menurut Hasto, klaim kemenangan mestinya mau membuka data secara rinci agar publik tak bingung membedakan data penghitungan asli dan manuver strategi politik. Sehingga ucapan yang diumumkan bukan informasi hoaks.

    "Semua yang klaim harus menunjukan dokumen C1 sebagai basis yang autentik. Infrastruktur penghitungan dan kemudian sebuah proses verifikasi dari setiap tahapan dalam rekapitulasi ini," ungkapnya.

    Proses verifikasi juga penting. Hasto memastikan sistem yang dibangun di TKN bisa mengenali dokumen C1 yang dipalsukan melalui data pembanding dari KPU maupun relawan TKN.

    "Kami ada ceker (check and recheck), ada proses evaluasi. Tidak hanya sekadar upload C1 tapi semua melalui tahapan verifikasi terlebih dahulu," kata Hasto. 



    (HUS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id