MAGHRIB 17:47

    Untuk Jakarta dan sekitarnya

    IMSAK 04:26
    SUBUH 04:36
    DZUHUR 11:53
    ASHAR 15:14
    ISYA 19:00

    Download Jadwal Imsakiyah

    Pemerintah Diminta Berikan Kompensasi untuk Petugas KPPS

    Cindy - 21 April 2019 16:47 WIB
    Pemerintah Diminta Berikan Kompensasi untuk Petugas KPPS
    Direktur Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini. Foto: Sunnaholomi Halakrispen/Medcom.id
    Jakarta: Pemerintah diminta memberikan kompensasi berupa asuransi dan perlindungam jiwa kepada petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Sebab, sudah ada sekitar belasan petugas KPPS yang meninggal saat bertugas dan setelah Pemilu 2019 berlangsung.

    "Para petugas yang mengalami menjadi korban jiwa dan yang sakit atau pun luka karena kecelakaan kerja, harusnya negara memberi kompensasi yang sepadan," kata Direktur Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini di Gedung Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 21 April 2019.
    Menurut dia, para petugas KPPS seharusnya mendapat asuransi seperti kesehatan, kematian, dan kecelakaan kerja. Terlebih, petugas yang gugur pada Pemilu 2019 ini lebih banyak ketimbang tahun sebelumnya.

    "Pemerintah harus memikirkan skema itu karena memang harus diakui memang tahun ini kalau di bandingkan dengan 2004,2009,2014. 2019 adalah peristiwa dimana korban jiwa itu paling banyak," terang Titi.

    Dia meminta kesediaan pemerintah untuk memberikan kompensasi bagi petugas KPPS. Sebab, mereka berkontribusi besar terhadap jalannya pesta demokrasi lima tahun ini.

    "Apalagi kan mereka gugur dalam tugas, mereka membawa nama baik tidak hanya Indonesia, tapi Indonesia di mata dunia karena menyelenggarakan pemilu paling besar serentak  di dunia," imbuhnya.

    KPU Jawa Barat mencatat sebanyak 12 petugas KPPS meninggal hingga 19 April 2019. Mereka tersebar di sembilan kabupaten dan kota di Jawa Barat.
     
    Peristiwa serupa juga terjadi di Sleman, Jawa Tengah. Ketua KPPS TPS 21 Desa Tridadi, Sleman, bernama Tugiman gantung diri usai pemilu. Hingga saat ini, belum diketahui alasan Tugiman bunuh diri.
     
    Sementara itu, Ketua KPPS TPS 017 Taman Sari, Jakarta Barat, berinisial AS, ditemukan tak bernyawa di salah satu kantor saat pemungutan suara. AS diduga meninggal karena sakit.

    Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman sebelumnya mengatakan pihaknua akan menyantuni petugas KPPS yang gugur saat bertugas. Dia telah mendiskusikan santunan ini dengan Sekretaris Jenderal KPU Arif Rahman Hakim.
     
    "Sejak awal ketika kami menyusun anggaran kan kita minta ada asuransi. Tetapi kan karena berbagai macam hal, itu tidak bisa, maka kami mengusulkan agar bisa diberi santunan," ujar Arief di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Sabtu, 20 April 2019.
     
    Arief belum mendapatkan penjelasan rinci penyebab meninggalnya petugas KPPS di daerah. Namun, KPU akan mengevaluasi penyelenggaraan pemilu dalam waktu dekat untuk mengetahui penyebabnya. 




    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id