Bawaslu Sambut Baik Peluncuran Aplikasi Pemantauan Pemilu

    Antara - 06 Maret 2019 20:53 WIB
    Bawaslu Sambut Baik Peluncuran Aplikasi Pemantauan Pemilu
    Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin (tengah) bersamaa dengan Pengamat Intelijen dan Keamanan Stanislaus Riyanta (kiri) dan Direktur Pusat Pengkajian Pancasila menjadi pembicra dalam diskusi publik di Jakarta, Rabu (6/3/2019). Foto: MI/Mohamad Irfan
    Jakarta: Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) M. Afifuddin menyambut baik munculnya aplikasi dalam format digital mengawal proses Pemilu 2019, khususnya melaporkan apabila ada dugaan pelanggaran kampanye dan pidana pemilu.

    "Pelaporan menggunakan platform media daring memudahkan laporan ke Bawaslu meskipun kami sudah punya. Namun, butuh akses informasi dan partisipasi masyarakat dalam melaporkan adanya dugaan pelanggaran kampanye," kata Afifuddin dalam peluncuran aplikasi "Japri" di Jakarta, Rabu, 6 Maret 2019.

    Menurut dia, terkadang informasi awal terkait dengan dugaan pelanggaran kampanye, belum dilengkapi data yang memadai sehingga Bawaslu sulit untuk menindak lanjutinya. Ia berharap aplikasi Japri yang mengambil segmen milenial mampu meningkatkan partisipasi kaum muda untuk berpartisipasi dalam pengawasan pemilu.

    "Kami sebagai penyelenggara pemilu yang mengawasi akan menindaklanjuti semua dugaan pelanggaran dan informasi awal bisa dilakukan milenials," ujarnya.

    Bawaslu Sambut Baik Peluncuran Aplikasi Pemantauan Pemilu
    Japri, aplikasi pemantauan proses pemilu resmi diluncurkan. Foto: Dok/Istimewa

    Informasi awal yang dibutuhkan Bawaslu, kata dia, ada identitas pelapor lalu dugaan pelanggarannya terkait apa. Kalau mengenai alat peraga kampanye (APK) dan penggunaan tempat ibadah dan fasilitas pemerintah, kata Afif, perlu bukti foto.

    "Aplikasi Japri bisa menguatkan pengawasan, misalnya titik pelanggarannya di mana, lalu disertai bukti foto," katanya.

    Koordinator Nasional Japri Zaenal Lutfi mengatakan, aplikasi tersebut terinspirasi bahwa mayoritas pemilih adalah kaum milenial yang adaptif dan akrab dengan teknologi. Menurut dia, kedekatanan milenial dengan teknologi harus diberdayakan, yaitu mengarahkannya untuk ikut berperan dalam pengawasan dan pemantauan pemilu agar berjalan demokratis.

    "Makin banyak orang menggunakan aplikasi Japri maka harapannya makin besar pula dalam memantau pemilu," katanya.

    Menurut dia, hal terpenting dengan diluncurkannya aplikasi Japri tersebut adalah partisipasi langsung masyarakat dalam memantau pemilu karena menjadi indikator kesuksesan berbangsa dan bernegara.



    (MBM)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id