Demokrat Bantah Survei Internal Menangkan Prabowo-Sandi 62 Persen

    Faisal Abdalla - 06 Mei 2019 18:34 WIB
    Demokrat Bantah Survei Internal Menangkan Prabowo-Sandi 62 Persen
    Ketua Divisi Advokasi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean - Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.
    Jakarta: Ketua Divisi Advokasi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean membantah partainya pernah menggelar survei internal yang memenangkan pasangan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto -Sandiaga Uno sebesar 62 persen. Dia menyebut survei internal itu hanya untuk menyaring aspirasi kader Demokrat.

    "Itu adalah survei internal Demokrat yang kita lakukan untuk menentukan sikap politik partai akan ke koalisi Pak Prabowo atau Pak Jokowi," kata Ferdinand di Gedung KPU, Jakarta, Senin, 6 Mei 2019.
    Ferdinand membeberkan survei internal yang dimaksud itu digelar pada bulan Agustus 2018. Survei dilakukan untuk menentukan arah koalisi partai berlambang mercy pada Pilpres 2019. 

    Hasil Survei itu menunjukan 62 persen kader Demokrat cendurung mendukung Prabowo - Sandi. Oleh karena itu Demokrat akhirnya memutuskan merapat ke koalisi Prabowo - Sandi pada Pilpres 2019.  

    "Jadi itu bukan sebuah survei yang kita lakukan kemudian menyatakan Pak Prabowo menang Pilpres 62 persen, tidak demikian," tegas dia. 

    Ferdinand juga mendukung pernyataan koleganya, Andi Arief. Ferdinand menilai mustahil pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapatkan 62 persen suara.

    (Baca juga: PKS Menduga 'Setan Gundul' Justru Demokrat)

    "Karena menurut analisisnya Andi Arief, tidak mungkin Prabowo menang 62 persen. Dia (Andi) membandingkan dengan kemenangan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) di 2009 ya," ujar Ferdinand.

    Pada Pemilu 2009, SBY memenangkan pemilu di seluruh Pulau Jawa dan Sumatera. Ketua Umum Partai Demokrat itu hanya mengantongi 60 persen suara.

    "Nah sekarang Prabowo di sebagian besar Jawa kalah, bagaimana mungkin ceritanya bisa menang 62 persen?," ujar Ferdinand.

    Politikus Demokrat Andi Arief kembali menyinggung situasi koalisi di kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Kali ini, Andi menyebut 'banyak setan gundul' di dalam koalisi Prabowo-Sandi.

    Andi mulanya mengatakan dalam koalisi Adil dan Makmur hanya ada Partai Gerindra, Demokrat, PKS, PAN, dan Berkarya. Namun, dalam perjalanannya muncul elemen yang dinamai Andi sebagai 'setan gundul' di dalam koalisi. 

    Andi tak menyebut jelas pihak yang dimaksud 'setan gundul' dalam koalisi Prabowo-Sandi. Yang jelas, kata Andi, kelompok ini telah menyesatkan Prabowo dengan menyebut telah menang 62 persen di Pilpres 2019. 

    (Baca juga: Kelompok 'Setan Gundul' di Luar Koalisi Prabowo-Sandi)





    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id