Ambisi Menang Memicu Hoaks

12 Januari 2019 15:00 wib
Masa yang tergabung dalam Golongan Fans Mahfud (Golfud)
Masa yang tergabung dalam Golongan Fans Mahfud (Golfud) melakukan aksi teatrikal saat berunjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta. (Foto: MI/Adam Dwi)

Jakarta: Dewan Penasehat Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Romahurmuziy menyebut hoaks menjadi salah satu strategi kampanye yang dilakukan oleh kubu Prabowo-Sandi. Ambisi untuk menang mendorong kubu penantang melakukan segala cara termasuk menebar hoaks.

"Ini yang saya katakan ambisi untuk kemenangan membuat mereka gelap mata. Waktu semakin pendek, 90 hari lagi, sementara mereka dihadapkan pada keterbatasan sumber daya," ujarnya dalam Prime Talk Metro TV, Jumat, 11 Januari 2019.

Romi mengaku selalu mendapatkan pembaruan dari tim kampanye di daerah tentang pergerakan kampanye pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02. Informasi yang ia dapatkan pergerakan kubu Prabowo-Sandi di daerah cenderung minimalis.

Terbatasnya pergerakan di lapangan membuat kubu penantang hanya memainkan isu, bukan mengampanyekan visi misi atau gagasan. Mereka juga, kata Romi, memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi terutama internet dan media sosial untuk menyebarkan itu.

"Hoaks terjadi karena ini bagian dari strategi. Strategi firehose falsehood yang merupakan strategi melakukan propaganda bohong," ungkapnya.

Menurut Romi penyebaran hoaks menjadi strategi utama yang digunakan kubu penantang. Ada beberapa alasan yang mampu menjelaskan mengapa hoaks lebih dipilih ketimbang penyampaian visi misi dan gagasan.

Pertama, ungkap Romi, karakter hoaks adalah langsung dapat tersebar secara masif melalui beragam platform media sosial. Misalnya Instagram, Facebook, atau Twitter. Kedua dilakukan secara serentak dan repetitif. 

Kemudian ketiga tidak memperdulikan realitas. Contoh, kata Romi, ketika Ratna Sarumpaet jelas-jelas melakukan operasi plastik namun oleh para elite-nya terus menerus ditiupkan penuh keyakinan dengan tujuan agar kebohongan yang diulang-ulang akan menjadi kebenaran.

"Keempat cirinya tidak perlu konsisten. Dalam isu operasi plastik Ratna ketahuan, diganti lagi dengan kebohongan lain. Misalnya hoaks 70 juta surat suara tercoblos. Jadi memang ini digunakan mereka sebagai salah satu strategi," kata dia.

Romi menambahkan TKN bukan tak bertindak atas kebohongan yang terus menerus digaungkan kubu lawan. Pihaknya selalu memberikan arahan kepada tim kampanye daerah seluruh Indonesia untuk melawan hoaks dan menindaklanjutinya dengan pelaporan.

"Karena berbahaya sekali kalau dibiarkan. Orang yang memiliki kecenderungan menghalalkan segala cara mereka tidak akan peduli. Bahkan kalau Merah Putih koyak pun yang penting menang," pungkasnya.




(MEL)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.