Hakim Terima Bukti Amplop dari Kubu Prabowo

    Fachri Audhia Hafiez, Kautsar Widya Prabowo - 19 Juni 2019 23:56 WIB
    Hakim Terima Bukti Amplop dari Kubu Prabowo
    Ilustrasi sidang sengketa hasil Pilpres di MK. Foto: MI/Rommy Pujianto
    Jakarta: Majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK) menerima amplop berwarna cokelat yang berkaitan dengan penyimpanan hasil surat suara. Amplop itu berasal dari saksi pemohon capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bernama Betty Kristiana.

    Awalnya Betty mengungkapkan ia menemukan dokumen dalam amplop cokelat yang bertanda tangan pada Kamis, 18 April 2019 pukul 19.30 WIB di Kecamatan Juwangi, Boyolali, Jawa Tengah. Ia menyebut dokumen itu tertumpuk.

    "Amplop yang bertandatangan, lembaran hologram gitu. Segel suara hologram serta segel suara untuk pengunci yang di plastik itu yang telah digunting serta lembaran plano juga plastik pembungkus kotak suara itu menggunung. Setelah itu dikumpulkan itu menjadi empat karung lebih," kata Betty saat persidangan di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu, 19 Juni 2019.

    Ia sempat mencoba melaporkan temuannya itu kepada pihak Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) setempat. Namun, jawaban yang ia terima dari tiga orang yang ditemui itu ialah tumpukan sampah.

    "Barang bukti selanjutnya ya kami 'kok ada seperti ini, dokumen negara kok sampai berserakan seperti ini,'" ujar Betty.

    Kemudian, amplop itu tersebut diserahkan  sebagai barang bukti kuasa hukum Prabowo-Sandiaga ke mahkamah. Kubu 02 meyakini itu adalah bukti yang akan membuktikan adanya kecurangan.

    Usai diserahkan, Mahkamah meminta kepada termohon KPU untuk membawa amplop serupa pada esok hari. Ini guna membandingkan untuk mencari kebenaran dari amplop tersebut.

    Di sisi lain, pihak termohon, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencurigai amplop cokelat tersebut. Sebab, ada beberapa tulisan yang dinilai identik dari setiap amplop tersebut.

    "Ada kecenderungan tulisan sama dengan spidol biru. Kami mohon memfoto, karena tulisan serupa, padahal (amplop) dari TPS berbeda," kata Komisioner KPU Hasyim Asy'ari.

    Hasyim menjelaskan, KPU tak bisa memastikan amplop tersebut memuat suara sah sebagaimana yang disampaikan saksi Betty. Bila amplop itu terpakai, ada beberapa tulisan yang menunjukkan isi amplop.

    KPU dan Bawaslu sempat mengambil foto amplop-amplop tersebut sebelum diserahkan ke majelis hakim. Pasalnya, hakim meminta agar KPU dan Bawaslu membandingkan amplop temuan Betty dengan versi KPU.

    Bawaslu juga membantah tudingan Betty soal dugaan pelanggaran pemilu di Boyolali, Jawa Tengah. Pasalnya Betty menemukan tumpukan amplop bekas menyimpan hasil suara pemilu pilpres.

    Ketua Bawaslu Abhan menanggapi adanya kecurangan tersebut. Ia kemudian mencoba meklarifikasi dengan Bawaslu di daerah tersebut.

    "Kasus ini di Boyolali, Juwangi di Karanganyar sampai hari ini tidak ada laporan dan temuan Bawaslu," ujar Abhan.



    (DMR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id