Bawaslu DKI Usut Dugaan Politik Uang di Jakarta Utara

    Nur Azizah, Theofilus Ifan Sucipto - 16 April 2019 12:12 WIB
    Bawaslu DKI Usut Dugaan Politik Uang di Jakarta Utara
    Komisioner Bawaslu DKI, Puadi--Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.
    Jakarta: Bawaslu DKI Jakarta tengah mendalami dugaan laporan politik uang di Jakarta Utara. Penelusuran perlu dilakukan lebih lanjut agar tidak salah mengambil simpulan.

    "Itu masih dalam proses penelusuran yang dilakukan oleh kawan-kawan kita di Bawaslu Jakarta Utara," kata Komisioner Bawaslu DKI, Puadi, di Jakarta Utara, Selasa 16 April 2019.

    Bawaslu DKI masih mendalami prosesnya apakah ada potensi pelanggaran di waktu tenang atau tidak. Selain itu, kata Puadi, Bawaslu Jakarta Utara tetap akan berkoordinasi dengan sentra penegakan hukum terpadu (Gakkumdu).

    Dia mengatakan proses penanganan dugaan pelanggaran pidana pemilu harus melalui dua proses yaitu temuan dan laporan. Temuan, kata Puadi, adalah hasil pengawasan aktif pengawas pemilu.

    Pada saat proses pengawasan aktif, lanjutnya, mereka melakukan beberapa hal seperti investigasi, penelusuran, dan mengumpulkan bukti-bukti. Setelah itu hal tersebut menjadi temuan.

    Baca: Politik Uang pada Pemilu 2019 Diyakini Berwujud-wujud

    Pun dengan laporan yang harus melalui proses dan mekanisme, selama laporan memenuhi ketentuan undang-undang nomor 7 tahun 2017 pasal 454, tentang siapa saja pihak yang berhak melaporkan dugaan pelanggaran pidana Pemilu.

    "Pertama warga negara Indonesia (WNI), kedua peserta Pemilu, dan ketiga pemantau Pemilu. Mereka berhak melaporkan dalam periode tujuh hari setelah kejadian," beber Puadi

    Laporan itu pun harus memenuhi unsur kronologi, siapa pelapor dan terlapor, dan Bawaslu baru menindaklanjuti jika ada potensi dugaan pelanggaran tindak pidana pemilu. Dalam 1x24 jam kasusnya angkat diusut kepolisian dan kejaksaan untuk diklarifikasi.

    Terduga pelaku ditangkap

    Carles Lubis, terduga pelaku politik uang ditangkap kemarin sore, 15 April 2019. Dia ditangkap di depan kediaman Calon Anggota Legislatif DPRD DKI Mohamad Taufik.

    Ketua Bawaslu Jakarta Utara Mochamad Dimyati belum bisa memastikan keterkaitan antara Carles dengan politikus Partai Gerindra itu. "Ditangkap sekitar pukul 17.30 WIB di wilayah Warakas, di depan rumah Pak Taufik, di posko kemenangannya," kata Dimyati saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa, 16 April 2019.

    Saat ditangkap, sentra penegakan hukum terpadu (Gakkumdu) menemukan 80 amplop putih berisi uang Rp500 ribu. Saat ini, Carles masih dimintai keterangan terkait uang tersebut.

    "Saya belum bisa kasih kepastian (perannya apa), karena enggak ada di lokasi semalam. Tapi saya sudah lihat, karena masih proses saya enggak berani ganggu," imbuh dia.

    Saat ditangkap pun, Carles sempat memberikan nomor ponsel Taufik kepada Dimyati. Namun, dia tak paham maksud Carles memberikan nomor ponsel tersebut.

    "Makanya saya enggak tahu untuk apa ngasih nomer Pak Taufik,  sampai saat ini saya enggak pernah kontak ke Pak Taufik," pungkas dia.



    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id