Penundaan Pemilu di Papua Diselidiki

    Kautsar Widya Prabowo - 17 April 2019 11:51 WIB
    Penundaan Pemilu di Papua Diselidiki
    Anggota Bawaslu Divisi Penyelesaian Sengketa Rahmat Bagja. (MEdcom.id/Kautsar WP)
    Banten: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) akan menyelidiki penundaan penyelanggara pemilu di sejumlah wilayah di Papua. Penundaan diduga karena keterlambatan logistik pemilu yang belum tiba. 

    Anggota Bawaslu Divisi Penyelesaian Sengketa Rahmat Bagja mengatakan, penundaan pelaksanaan pemilu merupakan pelanggaran. Bawaslu, kata dia, melarang adanya keterlambatan pelaksanan pemilu.

    "Jadi masuk dalam catatan pelanggaran tapi dicek pelanggarannya by intention atau sengaja atau tidak sengaja," ujar Bagja di TPS 118 Jombang, Tanggerang Selatan, Banten, Rabu, 17 April 2019.

    Bawaslu akan mendalami dengan mengumpulkan bukti dan saksi. Sebelum diputuskan sebagai kesalahan yang dilakukan penyelanggara pemilu. 

    "Tindak lanjutnya dicatat sebagai permasalahan logistik, pelanggaran dilakukan oleh penyelnggara pemilu," tuturnya.

    Selanjutnya, kata dia, akan diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang bertanggung jawab atas distribusi logistik pemilu. Kemudian KPU akan diminta menjelaskan sebab keterlambatan.

    "KPU yang mengerti, berarti ada kendala surat suara atau bahan pembuatan TPS itu belum sampai ke sana," tambahnya.

    Baca: Logistik Telat Datang, Gubernur Papua Tunda Pencoblosan

    Bagja memastikan, masyarakat yang terdampak keterlambatan logistik tetap dapat memberikan suaranya. Yakni melalui pemilu susulan.

    "Jadi ada pemilu lanjutan atau pemilu susulan, besok kemungkinan ketika logistik sudah sampai," imbuhnya.

    Sebanyak tiga wilayah di Papua belum menjalankan pemilu, salah satunya Papua Barat. Gubernur Papua, Lukas Enembe, menunda memberikan suara karena logistik pemilu telat datang ke tempat pemungutan suara (TPS) 043, Kelurahan Argapura, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura.

    Lukas datang bersama istri untuk mencoblos di TPS 043, sekitar pukul 10.00 WIT, namun logistik pemilu hingga pukul 10.51 WIT belum tiba. Dia kecewa dengan keterlambatan tersebut, sehingga tak bisa menggunakan hak pilihnya. 

    "Ini hampir semua TPS di Distrik Jayapura Selatan belum ada logistiknya, belum tahu juga distrik lainnya," kata Lukas di Jayapura, Rabu, 17 April 2019.

    Baca: Masyarakat Diminta Aktif Laporkan Dugaan Pelanggaran Pemilu



    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id