Kubu OSO Anggap Bawaslu Tak Akomodasi Putusan PTUN

09 Januari 2019 17:31 wib
Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO). Foto:
Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO). Foto: Medcom.id/Faisal Abdalla.

Jakarta: Kubu Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) belum puas dengan keputusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang memerintahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) memasukan kembali OSO ke dalam daftar calon tetap (DCT) DPD. Pasalnya, Bawaslu juga memutus OSO harus mengundurkan diri dari jabatannya di partai politik jika lolos ke DPD.

“Putusan Bawaslu ini tidak sepenuhnya mematuhi perintah dari putusan PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara) karena masih ada embel-embel surat pengunduran diri juga,” kata kuasa hukum OSO, Herman Kadir, usai sidang pembacaan putusan di Gedung Bawaslu, Jakarta Pusat, Rabu, 9 Januari 2019.

Putusan PTUN meminta KPU memasukan OSO ke dalam DCT anggota DPD. Herman menilai putusan PTUN memiliki kekuatan hukum yang sama dengan putusan Mahkamah Agung (MA) dan Mahkamah Konstitusi (MK). Apalagi, tambah dia, pengaturan sengketa pemilu sudah diatur dengan tegas di dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Menurut dia, putusan Bawaslu memiliki makna yang sama dengan putusan KPU sebelumnya. Keputusan Bawaslu hanya menambahkan bila OSO harus mengundurkan sebagai pengurus partai politik paling lambat satu hari sebelum surat keputusan (SK) menjadi anggota DPD keluar.

Baca: Bawaslu Putuskan OSO Harus Mundur dari Partai

“Ya sama saja sebenarnya keputusan KPU itu yang baru yang kami gugat ini hanya sebelum masuk DCT (harus mundur). Nah, kalau Bawaslu ini setelah masuk DCT boleh ikut pemilu, tetapi ketika menang harus megundurkan diri satu hari sebelum di SK kan. Saya rasa itu hanya perpanjangan waktu saja” jelas dia.

Sebelumnya, OSO menuding KPU membuat pelanggaran administrasi lantaran tak memasukkan namanya dalam DCT anggota DPD. KPU pun dilaporkan ke Bawaslu. (Febrian Ahmad)





(OGI)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.