MAGHRIB 17:47

    Untuk Jakarta dan sekitarnya

    IMSAK 04:26
    SUBUH 04:36
    DZUHUR 11:53
    ASHAR 15:14
    ISYA 19:00

    Download Jadwal Imsakiyah

    PKS Klaim Polemik Garbi tak Gembosi Suara

    Syaikhul Hadi - 04 April 2019 14:15 WIB
    PKS Klaim Polemik Garbi tak Gembosi Suara
    Ilustrasi. Medcom.id/Rakhmat Riyandi
    Sidoarjo: Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Sidoarjo mengklaim kader yang keluar dan bergabung ke Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) tidak memengaruhi elektabilitas partai. Bahkan, PKS di Sidoarjo meyakini suaranya naik dua kali lipat dibanding periode sebelumnya.

    Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sidoarjo Anang Makruf mengaku tidak tahu betul terkait problematika internal PKS daerah lain hingga munculnya ormas gerakan arah baru Indonesia (Garbi) di beberapa wilayah. Dia menganggap keluar masuknya anggota dalam kurun lima tahunan hal biasa.
    "Cuma yang masuk lebih banyak dari pada anggota yang keluar," kata Anang, Kamis, 4 April 2019.

    Suara partai pada momen pilpres dan pileg mendatang bisa mencapai dua kali lipat dari suara periode sebelumnya. Jika sebelumnya suara PKS hanya 6 persen atau sekitar 6.000 suara, saat ini diperkirakan mencapai 10 persen lebih dari jumlah DPT yang ada di Sidoarjo.

    "Waktu itu kita belum masif. Sedangkan sampai hari ini hampir di masing-masing kecamatan hingga pelosok sudah ada," tegasnya.

    Isu pindah gerbong PKS ke Garbi tidak akan menggembosi elektabilitas partai. Dia pun tak tahu arah organisasi yang banyak diisi kader muda PKS tersebut.

    "Soal garbi arahnya kemana saya tidak tahu. Coba tanya ke Garbi. Tapi tidak ada mengurangi elektabilitas PKS," jelasnya.

    Ketua Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) Sidoarjo, Bang Ochim, mengaku tidak spesifik mengeluarkan instruksi ke kader untuk memilih caleg atau partai tertentu. Garbi menekankan kader dan simpatisan memilih caleg dan parpol yang tidak memusuhi Garbi.

    Organisasinya membawa aspirasi Garbi untuk Indonesia menuju lima besar dunia. "Kalau ada caleg maupun partai yang membawa narasi itu, Garbi siap mendukung," kata Bang Ochim.

    Ia tidak menampik isu konflik Garbi dengan PKS munvul jelang pilpres dan pileg. Namun, dia menyebut ini sebuah kebetulan.

    Ada alasan tertentu yang membuat Garbi harus memisahkan diri dari partai. Dia menyebut gerakan anak muda tidak bisa dibendung.

    Gerakan Garbi yang identik dengan anak muda bermula dari kegelisahan melihat bangsa dan negara untuk sebuah perubahan. Mereka ingin berkreasi dan melihat gagasan tersebut terlaksana.

    "Terkait orang yang dari jebolan PKS, ya itu kesalahan PKS sendiri. Kenapa waktu itu ngeluarin orang atau kader, di saat yang seharusnya merangkul mereka semua," terangnya.

    Menurutnya, ada tiga hal penting yang mampu mewujudkan Indonesia menjadi lima besar di Dunia. Pertama ekonomi yang kuat, tekhnologi, dan militer.



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id