Menengok 'Dapur' Rekapitulasi Suara Kubu Jokowi

    Arga sumantri - 26 April 2019 18:39 WIB
    Menengok 'Dapur' Rekapitulasi Suara Kubu Jokowi
    Sejumlah anak muda sedang memasukkan data C1 Plano di dapur rekapitulasi suara milik Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Medcom.id/Arga Sumantri.
    Jakarta: Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menunjukkan lokasi 'dapur' rekapitulasi suara pemilihan presiden (Pilpres) internal mereka. Ruangan yang disebut sebagai war room ini berada di lantai dasar (Ruang Legian) Hotel Gran Melia, Jakarta. 

    Berdasarkan pantauan, luas ruangan pusat rekapitulasi suara sekitar 150 meter persegi. Terdapat belasan kubikal dengan puluhan komputer berwarna putih. Total ada 240 orang yang ditugaskan di war room dengan pembagian tiga shift, 80 orang per shift

    Dari pantauan, petugas yang merekapitulasi suara didominasi anak muda. Mereka tampak sibuk memasukkan data perolehan suara berdasarkan salinan formulir C1 di beberapa daerah. War room ini sudah aktif sejak pemungutan suara berlangsung.

    Baca: Situng KPU: Pulau Jawa Dikuasai Jokowi-Ma'ruf

    Direktur Komunikasi Politik TKN Jokowi-Ma'ruf Usman Kansong mengatakan sengaja menunjukkan kepada publik lokasi pusat rekapitulasi suara internal mereka. Tujuannya, sebagai bentuk transparansi dan pertanggungjawaban proses real count internal kepada publik. 

    "Bahwa kita betul-betul memiliki mekanisme real count," kata Usman di Hotel Gran Melia, Jakarta, Jumat, 26 April 2019. 

    Usman mengatakan data tabulasi real count internal ini bisa menjadi pembanding untuk data Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan hitung cepat (quick count) lembaga survei. Data ini juga akan menjadi pembanding klaim perolehan suara yang dilontarkan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

    "Kami mendorong BPN untuk membuka pusat tabulasi data mereka, kalau mereka punya," sindir Usman. 

    Sementara itu, Anggota Direktorat Saksi TKN Jokowi-Ma'ruf Alfati Nova mengungkapkan suara yang direkapitulasi berasal dari saksi kubu petahana yang sudah mendapatkan mandat secara tertulis. Ia menyebut ada 800 ribu saksi Jokowi-Ma'ruf tersebar di seluruh Indonesia. 

    Nova pun meyakinkan data mereka bisa dipertanggungjawabkan. Karena, data yang masuk berasal formulir salinan C1 yang dimiliki saksi.

    "Yang sudah ditandatangani KPPS (Kelompok Panitia Pemungutan Suara). Jadi bukan dari relawan," kata Nova.

    Direktur Saksi TKN Jokowi-Ma'ruf Lukman Edy menyatakan jagoannya masih unggul di Pilpres 2019. Berdasarkan rekapitulasi suara internal sementara, perolehan suara Jokowi-Ma'ruf 57,28 persen, sedangkan Prabowo-Sandi 42,72 persen. Perolehan ini didapat berdasarkan 41,24 persen data yang masuk ke TKN hingga Jumat, 26 April 2019 pukul 16.30 WIB.

    Baca: Jokowi-Ma'ruf Disebut Menang Besar di Luar Negeri

    Real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang dapat diakses melalui Situng KPU menunjukkan perolehan yang tak jauh beda. Hingga Jumat 26 April 2019 pukul 16.30 WIB, perolehan suara Jokowi-Ma'ruf sebesar 56,29 persen, sedangkan Prabowo-Sandi 43,71 persen. Perolehan ini didapat berdasarkan 38,1 persen data yang masuk ke KPU.



    (DRI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id