comscore

Yusril Tegaskan PBB Dukung Jokowi-Ma'ruf

Whisnu Mardiansyah - 27 Januari 2019 23:21 WIB
Yusril Tegaskan PBB Dukung Jokowi-Maruf
Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra. Foto: Medcom.id/Intan Yunelia.
Jakarta: Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menegaskan partainya mendukung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Kelompok yang mengklaim poros partai bukan bagian dari DPP. 

"Keputusan memberikan dukungan politik kepada Jokowi-Ma’ruf Amin, bukanlah keputusan pribadi Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra, tetapi keputusan mayoritas rapat pleno DPP PBB tanggal 19 Januari 2019," kata Yusril di Jakarta, Minggu, 27 Januari 2019. 
Menurut Yusril, poros yang mengatasnamakan PBB tidak memiliki kewenangan menyatakan dukungan atas nama partai. Apalagi, poros-poros itu hanya sebatas calon legislatif. 

"Jadi tidak ada caleg PBB poros Makkah atau poros Madinah, juga tidak ada caleg Pass Lantang, karena bukan mereka yang memutuskan seseorang itu menjadi caleg," jelas Yusril. 

Jumlah caleg yang tidak sejalan dengan keputusan DPP tidak signifikan. DPP PBB telah mendata nama-nama mereka yang membangkang dari keputusan resmi partai.

Mereka terdiri dari caleg DPR RI, DPRD Provinsi dan kabupaten/kota. Di Sumatera Utara, 23 dari 668 caleg mendeklarasikan dukungan untuk Prabowo-Sandi. Kemudian, di Sumatera Barat dari 536 caleg, ada 30 orang yang membangkang.

(Baca: Pembangunan Era Jokowi Luar Biasa)

"Di DKI Jakarta ada 140 caleg, yang dukung Prabowo Sandi ada sekitar 26 orang, jadi mayoritas caleg ikut keputusan DPP PBB," jelas Yusril.

Dalam rapat pleno, DPP PBB menugaskan Ketua Majelis Syuro MS Kaban, Ketua Umum DPP Yusril Ihza Mahendra dan Ketua Mahkamah Partai Yasin Ardi untuk merumuskan pernyataan deklarasi dukungan. Pernyataan ini selanjutnya ditandatangani oleh Wakil Ketua Umum PBB Eddy Wahyudin selaku Pimpinan Rapat Pleno.

Lalu hasilnya dituangkan dalan Keputusan Rapat Pleno yang disahkan melalui Surat Keputusan DPP PBB, ditandatangani oleh Ketum Yusril Ihza Mahendra dan Sekjen PBB Afriansyah Noor.

"Jadi proses pengambilan keputusan telah dilakukan secara demokratis dan sesuai dengan mekanisme partai sebagaimana diatur dalam AD dan ART PBB," pungkasnya.

(JMS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id