• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 14 NOV 2018 - RP 51.058.936.361

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Yusril: Advokat Tidak Identik dengan Kliennya

08 November 2018 15:11 wib
Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra (tengah). (Foto:
Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra (tengah). (Foto: MI/Susanto)

Jakarta: Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra menjamin tidak ada konflik kepentingan atas bergabungnya dia dengan kubu Jokowi-Ma'ruf Amin. Ia tak menampik pernah 'berdiri' bersama Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) namun hal itu hanya sebatas membela hak-hak HTI atas status badan hukum yang diperoleh. 

Yusril mengatakan pembubaran HTI didasarkan atas penerbitan status badan hukum oleh Kementerian Hukum dan HAM. Karena itu pula lah Kemenkumham merasa berhak untuk mencabutnya.

"Saya tidak sependapat dengan itu. Advokat itu tidak bisa diidentikkan dengan kliennya. Ketika hak mereka terzalimi kita berhak membela mereka," ujarnya melalui sambungan telepon dalam Metro Pagi Primetime, Kamis, 8 November 2018.

Yusril mengaku tak pernah menyatakan sependapat dengan doktrin ekstrem yang diyakini oleh HTI apalagi sepemikiran. Bahkan pemahaman dia dengan HTI tentang konsep khalifah juga jauh berbeda.

"Saya membela mereka karena hak-hak mereka yang menurut anggapan saya terzalimi dan kita lawan secara sah dan konstitusional," kata dia.

Menurut Yusril secara sederhana yang dia gugat adalah Menteri Hukum dan HAM sebagai pejabat pemerintah bukan sosok Yasonna Laoly secara pribadi. Bisa jadi, kata dia, hari ini dia menggugat Kementerian Hukum dan HAM, sementara persengketaannya terus berjalan tiba-tiba dia diangkat menjadi Menteri Hukum dan HAM.

"Bisa saja itu terjadi, seperti itulah saya melihatnya. Jadi tidak ada konflik kepentingan saya dengan pemerintah atau Jokowi. Kalau ada hal anggapan sebelumnya berseberangan kan itu persepsi masyarakat," ungkapnya. 

Yusril memastikan yang dia lakukan saat ini hanya sebagai pengacara Jokowi-Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019. Kapasitasnya hanya memberikan pendapat dan pertimbangan hukum sekaligus advokasi ketika Jokowi atau Ma'ruf Amin mendapatkan serangan. Prinsipnya, ia hanya memberikan pandangan secara objektif dan mendudukkan segala sesuatu sesuai dengan proporsinya sebagai advokat.

"Kalau serangan itu tidak berdasarkan satu fakta atau tidak objektif tentu kita melakukan pembelaan. Menginformasi dan mengonfirmasi serta menyajikan data sebaliknya," pungkasnya.




(MEL)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.