Tips Knowledge

    Ini Kerusakan Mobil yang Kerap Kerja Keras

    M. Bagus Rachmanto - 26 Maret 2020 11:00 WIB
    Ini Kerusakan Mobil yang Kerap Kerja Keras
    Memilih suspensi untuk mobil, harus tahu tujuannya untuk apa. Medcom.id/Ahmad Garuda
    Jakarta: Berfungsi sebagai peredam kejut, sistem suspensi pada mobil juga menjadi komponen yang cukup penting guna penunjang kenyamanan dalam berkendara. Karena itu, secara periodik sektor ini wajib mendapat perhatian.

    Menurut Kepala Bengkel Auto2000 Cikarang, Indah Yuliana, pada umumnya daya tahan sistem suspensi sangat tergantung dari cara pemakaian mobil serta kondisi jalan yang dilalui.

    Sementara masalah kerusakan, paling sering ditemui akibat adanya kebocoran. “Penyakit paling sering pada shockbreaker itu adanya kebocoran oli, hal ini terjadi karena karet sil sudah rusak,” jelasnya seperti dirilis Auto2000.

    “Kerusakannya sendiri bisa disebabkan berbagai macam hal, mulai dari sering melintasi jalan berlubang atau bergelombang, membawa beban berlebih, dan bisa juga karena usia pamakaian,” kata Indah.

    Selain kebocoran, kerusakan lain yang bisa dialami oleh sokbreker adalah bentuk fisiknya yang terlihat bengkok atau tidak rata. Biasanya hal ini terjadi karena mobil kerap mengalami benturan keras yang membuat material sokbreker mengalami kerusakan.

    Rusaknya sistem suspensi akan membuat peredaman menjadi tidak sempurna. Bila tidak segera ditangani, maka bisa mengakibatkan kerugian lain. Seperti mengganggu kenyamanan akibat tidak mampu meredam getaran saat berkendara, sampai berkurangnya cengkeraman ban pada permukaan jalan ketika melakukan pengereman.

    Untuk melakukan pengecekan suspensi, bisa dibilang gampang-gampang sulit mengingat posisinya yang berada di kolong dan tertutup. Karena itu, Indah menyarankan pemilik mobil melakukan pengecekan saat mencuci mobil di tempat jasa cuci atau car wash yang memiliki sistem hidrolik.

    Ketika mobil diangkat untuk mencuci bagian kolong, pemilik bisa leluasa melihat kondisi keempat suspensi. Pastikan tidak ada bekas atau tetesan oli yang keluar. Perhatikan juga bentuk fisik suspensi apakah masih stabil atau sudah ada bengkok.

    “Penting untuk diketahui, saat suspensi sudah mengalami kerusakan maka akan sangat mempengaruhi banyak hal. Bukan sekadar kenyamanan saja tapi juga keselamatan karena terkait masalah peredaman,” pungkas Indah.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id