Tips Mobil

    Tambah Tekanan Ban? Panduannya Bisa Dilihat di Sini

    Ekawan Raharja - 10 September 2020 10:00 WIB
    Tambah Tekanan Ban? Panduannya Bisa Dilihat di Sini
    Stiker mengenai tekanan angin ban berada di pintu sopir. Medcom.id
    Jakarta: Memompa ban mobil, terkadang bingung menentukan berapa tekanan ban yang ideal atau cocok untuk sebuah kendaraan. Jika Anda pernah mengalami ini, maka Anda jadi yang beruntung membaca artikel ini. Lantaran tekanan udara ban ada aturan mainnya yang akan kami ulas di sini. Lantaran jika tak sesuai standar bisa berisiko pada keselamatan.

    Manager Bengkel Fast, Tumenggung Prabowo, menjelaskan kepada Medcom.id,bahwa tekanan ban itu ada ukurannya. Sebaiknya mengacu terhadap rekomendasi pabrikan untuk tipe ban yang belum mengalami pergantian tipe dan jenis. Tujuannya agar sesuai dengan standar keselamatan yang ditetapkan oleh pabrikan tersebut.

    "Tekanan udara itu harus ideal di ban mobil. Bisa saja dilebihkan dengan alasan membawa bobot yang lebih berat tapi juga tidak melebihi batas ideal. Lantaran jika step tekanannya terlalu jomplang bisa membuat ban tak beroperasi di luar kemampuannya. Misalnya dalam kondisi kurang tekanan karena alasannya kita akan menjajal jalur yang berbatu," ujar Tumenggung.

    Ia melanjutkan bahwa ban yang kekurangan tekanan udara membuat tapak ban ke permukaan jalan semakin lebar. Akibatnya bisa menyebabkan kendali setir jadi lebih berat. Sebaliknya, saat tekanan udara berlebihan, ban menjadi sulit menyerap getaran sehingga saat melewati jalan yang bergelombang terasa lebih bergetar.

    "Jika tekanan udara dalam ban berlebihan melewati jalan bergelombang itu, bisa bikin ban akan kehilangan traksi. Juga bisa berefek terhadap kenyamanan yang berkurang secara signifikan."

    Selain itu, dampak jangka panjangnya ban lebih cepat aus karena tapak tengah ban lebih banyak mengenai permukaan jalan. Sementara untuk yang kekurangan udara, bagian yang gampang aus terlebih dahulu adalah bagian kiri dan kanan ban. Tumenggung menegaskan untuk rutin melakukan pengecekan kondisi ban setiap dua pekan sekali.

    Ini penting agar berkendara di jalan raya juga lebih yakin dan fokus. Juga bisa meminimalisir kecelakaan lalu lintas akibat terjadinya masalah yang diakibatkan traksi ban kurang atau ban kurang tekanan udara.

    Lantas dimana untuk melihat ukuran tekanan angin yang direkomendasikan oleh pabrikan? Pemilik mobil bisa membuka buku manual atau melihat stiker yang tertera di pintu sopir agar mudah dilihat.

    (ACF)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id