Petaka Gasket Silinder Head Mesin Bocor

    Ekawan Raharja - 20 Agustus 2019 13:36 WIB
    Petaka Gasket Silinder Head Mesin Bocor
    Kebocoran kompresi praktis akan menurunkan tenaga mesin karena salah satu syarat mesin dapat hidup dengan normal adalah terdapatnya tekanan kompresi yang cukup. Auto2000
    Jakarta: Gasket silinder head adalah penyambung yang ada di antara blok mesin dan kepala silinder, baik pada mobil bensin maupun mobil diesel. Jika gasket head mengalami kebocoran, maka banyak masalah yang siap menanti pemilik mobil.

    Fungsi utama dari gasket ini adalah mempertahankan kompresi pada ruang bakar sekaligus mencegah kebocoran oli maupun cairan pendingin masuk ke ruang pembakaran. Bagaimana jika gasket yang seharusnya menjadi pencegah kebocoran malah menjadi sumber masalah pada mobil?

    Hal ini terjadi karena ada kebocoran pada gasket yang membuat pertemuan antara blok mesin dan silinder head menjadi tidak rapat. Efeknya cukup merepotkan, terutama ketika mesin mobil mengalami overheating. Air radiator memang tampak berkurang, tapi tidak ada kebocoran sedikitpun radiator.

    Setelah melalui pemeriksaan, bisa jadi sebab bocor adalah gasket silinder head. Dari celah itu air radiator mengalir hingga mengganggu kerja sistem pendinginan mesin, dikutip dari Auto2000.

    Gasket silinder head bocor tidak hanya mengganggu sistem pendinginan mesin. Proses pembakaran bahan bakar di ruang bakar juga akan terganggu karena tercampur air.

    Yang lebih merepotkan adalah gangguannya pada performa mesin. Akibat ini muncul karena gasket silinder head yang bocor juga berarti kebocoran kompresi.

    Kebocoran kompresi praktis akan menurunkan tenaga mesin karena salah satu syarat mesin dapat hidup dengan normal adalah terdapatnya tekanan kompresi yang cukup.

    Beberapa hal yang perlu dilakukan jika masalah ini terjadi yaitu mengganti gasket silinder head. Agar menghindari resiko yang lebih parah, juga bisa melakukan penggantian pada overhaul silinder head.

    Meskipun pada umumnya kerusakan komponen ini disebabkan oleh faktor usia, ada sedikit tips agar kasus seperti di atas tidak menimpa Anda.

    Terutama, pada kendaraan yang silinder headnya menggunakan baut elastis region (bukan plastik region). Untuk jenis ini, lakukan pemeriksaan kekencangan (momen) dari baut silinder head secara periodik saat servis berkala setiap 10.000 km.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id