Safety Riding

    Rumus Aman Berkendara di Jalan Raya

    Ekawan Raharja - 21 Oktober 2020 10:00 WIB
    Rumus Aman Berkendara di Jalan Raya
    Ada 5 rumus aman berkendara di jalan raya yang wajib diterapkan oleh pengendara sepeda motor. Honda
    Jakarta: Ketika mengendarai sepeda motor bukan hanya sekadar asal nge-gas motor karena bisa–bisa kecelakan terjadi. Banyak aspek yang harus diperhatikan ketika mengendarai sepeda motor sehingga perjalanan bisa aman, nyaman, dan sampai di tujuan.

    “Ada beragam faktor mendasar yang wajib diketahui oleh pengendara sepeda motor sehingga aman dan nyaman, serta semakin peduli tentang keselamatan di jalan raya,” jelas Head of Safety Riding Promotion Wahana, Agus Sani, melalui keterangan resminya.

    Dia pun membagikan 5 rumus aman berkendara di jalan raya yang wajib diterapkan oleh pengendara sepeda motor.

    Standar Persiapan Sebelum Berkendara

    Sebelum melakukan perjalanan dengan sepeda motor, pastikan pengendara dan motor dalam kondisi yang baik. Pengecekan dasar sepeda motor dimulai dari tekanan angin, rem, hingga kelistrikan adalah hal wajib yang perlu dilakukan untuk menentukan kelayakan unit sepeda motor yang akan digunakan.

    Kedua, kondisi pengendara yang sehat dan baik adalah faktor utama berkendara aman yang sejak awal diperhatikan. Ketika melakukan perjalanan jarak jauh atau touring, tidak perlu memaksakan diri dalam berkendara.

    Istirahatlah yang cukup setiap interval 2 jam bermotor. Istirahat sejenak dapat memulihkan kebugaran tubuh pengendara sehingga lebih konsentrasi dalam melakukan perjalanan. Persiapkan juga kelengkapan berkendara seperti helm, jaket, dan sarung tangan.

    Taat Peraturan Lalu lintas

    Menaati hukum lalu lintas adalah kewajiban bagi seluruh pengendara sepeda motor dan pengguna jalan lainnya. Peraturan dibuat demi terciptanya kondisi kenyamanan dan keselamatan bagi para pengguna jalan. Untuk itu persiapkan surat kendaraan dengan lengkap, serta patuhi semua aturan-aturan berlalu lintas di jalan raya.

    Kenali Sepeda Motor

    Beragam tipe sepeda motor dengan berbagai kubikasi mesin kini dijajakan kepada konsumen di Indonesia. Agar dapat menguasai kendaraan dengan baik, kenalilah karakter sepeda motor yang akan digunakan. Pengenalan ini dianggap penting apalagi sepeda motor dengan mesin–mesin berkubikasi besar.

    Motor–motor dengan mesin besar memerlukan teknik yang berbeda dengan motor jenis umum lainnya. Sesuaikan kemampuan pengendara dengan sepeda motor yang akan digunakan, sehingga mampu memaksimalkan penggunaan sepeda motor tersebut. Perhatikan tinggi motor, beban, hingga kekuatan yang dihasilkan. 

    Rute & Cuaca

    Selain faktor kendaraan dan manusia, kondisi rute, lingkungan, dan cuaca juga memiliki andil dalam peristiwa kecelakaan. Menguasai sepeda motor harus seimbang dengan kondisi rute yang dilalui. Pemilihan rute, pengaturan bukaan gas, hingga permainan rem harus dipahami dengan baik dan diaplikasikan dengan tepat.

    Cuaca juga menjadi faktor kesekian yang memiliki pengaruh terhadap keselamatan berkendara. Cuaca panas dapat menyebabkan kondisi dehidrasi pengendara, sedangkan udara dingin atau hujan memiliki resiko makin berlipat karena kondisi jalan yang licin.  

    Protokol Kesehatan

    Kondisi pandemik sekarang ini ikut membawa konsekuensi perubahan yang wajib dijalankan oleh pengendara sepeda motor. Gunakan selalu masker, helm dengan visor, dan sarung tangan adalah pilihan terbaik menjaga kemungkinan penularan di jalan umum.

    Kebersihan kendaraan dan perlengkapan berkendara juga perlu ikut diperhatikan setelah digunakan berkendara seharian. Ganti dan cuci perlengkapan berkendara (jaket, masker, sarung tangan, helm) setelah digunakan.

    Jaga Emosi

    Selama perjalanan sebaiknya pengendara harus melupakan sejenak permasalah, emosi, sampai kesedihan karena faktor kejiwaan dan psikologis ikut andil pada kenyamanan dan keselamatan selama berkendara di jalan raya. Jangan libatkan perasaan marah dalam berkendara karena dapat mengundang kesembronoan pengendara dan perilaku di jalan raya.

    Tidak hanya dari faktor internal, emosi juga dapat terpicu oleh ulah pengendara lain di jalan. Jangan ikut terpancing, hindari pengendara yang dapat mempengaruhi emosi, sehingga sabar adalah kata kunci utama dalam berlalu lintas. Selalu waspada dan sigap mengantisipasi beragam perilaku pengendara di jalanan.

    “Kemampuan berkendara, tahu batas diri, kesiapan kendaraan, serta emosi yang baik menjadi hal yang perlu diperhatikan dalam berkendara. Terakhir semua usaha juga perlu ditopang dengan doa agar keselamatan dapat terus menyertai,” tutup Agus Sani.

    (ERA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id