Safety Driving

    Apa Itu Slip Roda Mobil saat Berkendara?

    M. Bagus Rachmanto - 07 Februari 2020 12:55 WIB
    Apa Itu Slip Roda Mobil saat Berkendara?
    Mengemudi di tikungan, harap jaga kecepatan agar tidak terjadi slip roda. Medcom.id/Ekawan Raharja
    Jakarta: Berkendara dengan kecepatan tinggi dapat menyebabkan mobil mengalami slip atau tergelincir roda, baik untuk roda depan maupun belakang, terutama saat berbelok tanpa mengurangi gas. Slip roda depan dikenal dengan istilah understeer dan slip roda belakang disebut oversteer. Lalu apa sih yang dimaksud dengan istilah understeer dan oversteer ini?

    Menurut Chief Instructur of Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, ketika roda-roda mengalami defiency daya cengkeram yang berlebih maka roda-roda tersebut akan slip. Roda yang slip cenderung akan membuat gaya ke depan. 

    Understeer 
    Istilah understeer adalah slip yang terjadi pada bagian roda depan, bagian muka kendaraan melebar di tikungan, akibat sudut lintasan terlalu tajam dan akselerasi yang tiba-tiba, terutama di tikungan.
     
    Untuk kasus understeer mobil akan cenderung lurus walaupun setir sudah dibelokkan. Biasa disebut selip lantaran daya cengkeram roda depan hilang. Jika mengalami kondisi seperti ini bisa berpotensi celaka karena mobil yang Anda kendarai akan mobil nyelonong ke luar jalur.

    “Tidak perlu panik. Jangan injak pedal rem dan pedal gas, cukup lepas gas dan jaga kesimbangan mobil," kata Jusri saat memberikan pelatihan di acara Forwot Vihicle Dynamic Training, di Karawang, Jawa Barat, Kamis (6/2/2020).

    Ciri Understeer dan Solusi Mengatasinya
    Untuk mengantisipasi agar kendaraan tidak understeer, yang harus dilakukan adalah perhatikan kecepatan terutama saat berbelok. Perhatikan jarak aman untuk memberikan waktu reaksi bagi kendaraan. Perhatikan pula kondisi cuaca, jarak pandang dan situasi sekitar sebelum berbelok.
     
    “Jangan menginjak pedal gas atau rem secara mendadak, zig-zag antar jalur dan jangan berasumsi bahwa pengemudi lain akan berhenti untuk kendaraan Anda, serta yang terpenting jangan kehilangan kesabaran,” tambahnya.

    Oversteer
    Oversteer adalah kebalikan dari understeer, yakni slip yang terjadi pada roda belakang, akibat dari akselerasi yang tiba-tiba atau pengereman pada saat menikung. Sehingga daya cengkeram ban belakang hilang.
     
    Untuk kasus oversteer ini bobot mobil akan pindah ke depan sehingga daya cengkeram ban belakang berkurang dan akan membuat mobil tak terkendali serta berpotensi menabrak pada bagian samping kendaraan. Bahayanya pada bagian samping kendaraan tidak memiliki perlindungan sebaik bagian depan atau belakang.

    “Penanganan oversteer hampir sama dengan penanganan understeer dan yang terpenting tidak panik, jangan injak pedal rem dan pedal gas. Counter sterr/membalas setir (untuk pertama kali) ke arah slip kemudikan ke arah tujuan, lakukan hingga kendaraan terkendali,” jelas Jusri.

    Ciri Oversteer dan Solusi Mengatasinya
    Untuk mengantisipasi agar kendaraan Anda tidak mengalami oversteer yang harus dilakukan adalah perhatikan kecepatan terutama saat Anda berbelok, memperhatikan jarak aman untuk memberikan waktu reaksi pada kendaraan Anda. Memperhitungkan kondisi cuaca dan jarak pandang, memperhatikan situasi sekitar dan memanfaatkan kaca spion serta lampu sein sebelum berbelok.
     
    “Jangan menginjak gas atau rem secara mendadak, zig-zag antar jalur dan jangan berasumsi bahwa pengemudi lain akan berhenti untuk kendaraan Anda, serta yang paling penting adalah jangan kehilangan kesabaran,” pungkasnya.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id