Ternyata Helm Punya Masa Kedaluwarsa

    M. Bagus Rachmanto - 18 November 2019 17:32 WIB
    Ternyata Helm Punya Masa Kedaluwarsa
    Helm sebaiknya diganti setelah masa pakai 3-5 tahun. Medcom.id/M. Bagus Rachmanto
    Inggris: Helm jadi piranti keselamatan berkendara yang wajib hukumnya. Tapi tahukah Anda, bahwa dari hasil studi menyatakan 40 persen pengendara sepeda motor pakai helm yang tak layak lagi dan harusnya sudah diganti.
     
    Sebuah komisi dari Carole Nash, sebuah broker asuransi di Inggris, menemukan fakta 41 persen responden menggunakan helm yang sudah dipakai lebih dari lima tahun. Hal ini berlawanan dengan Snell Memorial Foundation lembaga keamanan helm.
     
    Helm yang sudah tua, efektifitas untuk melindungi semakin menurun. "Lem, resin dan material lainnya yang digunakan pada saat produksi helm, akan mempengaruhi material," menurut Snell Memorial Foundation.

    Selain usia pakai, mereka juga lakukan survei seberapa lama pengendara akan mengganti helm. Sebanyak 62 persen dari 1.000 pengendara aktif, mengatakan tetap pakai helm mereka setelah terjatuh atau mereka mengalami kecelakaan.
     
    Ide mengganti helm setelah alami benturan atau terjatuh, katakanlah dari meja atau jok sepeda motor, dianggap kontroversial. Karena efek kerusakan yang terlihat minim atau malah tetap mulus.
     
    Marketing Director Arai, Bob Porter mengatakan, sebuah helm bereaksi sebagai alat perlindungan. "Oke, kerusakan luar bisa diperbaiki tapi kemampuan untuk melindunginya sudah tak baik," katanya seperti dikutip Rideapart, beberapa waktu lalu.
     
    Seperti diketahui kebanyakan produsen helm saat ini mendesain produk tebaru menggunakan bahan material yang lebih baik sebagai perisai, dan dibuat dengan kemajuan teknologi terkini. Termasuk adanya ventilasi udara, Visor dan pinlock yang lebih baik guna menunjang kenyamanan penggunanya.
     
    Industri helm sendiri menyarankan mengganti helm jika telah berusia tiga sampai lima tahun. Usia pakai makin panjang jika dibarengi dengan perawatan interior secara rutin.

    Helm pun terdiri atas sejumlah bagian, sehingga membentuk helm yang utuh. Dirilis Cycleworld berdasarkan buku dari The Total Motorcycling Manual, inilah anatomi helm.
     
    1. Protective visor atau dikenal juga kaca helm bertugas melindungi mata dan wajah dari angin, panas hingga debu. Meski begitu, kaca juga mampu mereduksi suara angin yang bisa mengganggu saat berkendara.
     
    2. Hard outer shell atau batok paling luar yang keras, terbuat dari berbagai jenis bahan, mulai dari plastik, kevlar, fiberglass hingga serat karbon. Jika batok ini pecah, maka bagian-bagian helm dibawahnya akan rusak dan kepala bisa cidera.
     
    3. Impact absorbing liner, salah satu bagian helm yang sebenarnya tidak terlihat, posisinya diapit batok dan soft liner. Terbuat dari polystyrene atau polypropylene (EPS) yang punya tugas mereduksi energi benturan. Jangan pernah menggunakan kembali liner yang sudah rusak.

    4. Comfort liner, inilah bagian yang bersentuhan dengan kulit wajah dan rambut Anda. Bagian ini terbuat dari bahan yang lembut dan umumnya bisa dilepas untuk dicuci dan dibersihkan.
     
    5. Airflow vents atau ventilasi udara, bayangkan jika helm tanpa ventilasi udara. Penggunanya akan tidak nyaman, dan gerah. Desain ventilasi terbaik ada tiga posisi, depan helm dekat mulut, di atas dekat alis dan belakang untuk alliran udara keluar.
     
    6. Chin bar atau pelindung dagu hanya terdapat pada jenis helm full face. Itulah kenapa helm full face mampu melindungi seluruh area wajah.
     
    7. Retention system atau tali pengikat, umumnya tali terbuat dari bahan nylon. Mode pengikatnya ada quick buckle model klik, atau yang paling kuat D-ring.Mengenal anatomi helm. Medcom.id
     
    8. Standar helm, sebenarnya ini tambahan saja. Helm berkualitas pasti memiliki standar keselamatan, seperti DOT untuk Amerika, Snell yang lebih baik dari DOT, lalu Eropa berstandar ECE. Di Indonesia sendir mewajibkan standar SNI diluar standar-standar tadi.
     



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id