Jangan Asal Tuang Minyak Rem ke Mobil

    Ekawan Raharja - 16 Mei 2019 14:52 WIB
    Jangan Asal Tuang Minyak Rem ke Mobil
    Pemilik mobil harus menggunakan minyak rem sesuai spesifikasi kendaraan. STP
    Jakarta: Salah satu komponen vital kendaraan adalah sistem pengereman yang berguna untuk memperlambat atau menghentikan kendaraan. Jika diabaikan, kecelakaan bisa saja terjadi dan mengancam jiwa merupakan sebuah risiko yang bersar serta berbahaya.

    Atas kondisi tersebut, penting bagi pemilik mobil untuk mempertahankan dan menjaga kondisi perangkat pengereman. Salah satunya dengan mengganti minyak rem setiap dua tahun atau ketika jarak tempuh kendaraan sekitar 40 ribu kilometer, seperti dikutip dari laman resmi Auto2000.

    Masalahnya, jika cairan lain dalam kendaraan, seperti air radiator gagal berfungsi dapat diingatkan melalui lampu indikator. Tetapi sampai saat ini belum ada indikator yang bisa memantau kondisi minyak rem. Padahal jika cairan rem gagal berfungsi maka keselamatan jiwa dipertaruhkan lantaran tidak tahu apakah minyak rem masih bisa bekerja maksimal atau sudah turun performanya.

    Makanya penting untuk melakukan pemeliharaan sistem rem, terutama minyak rem. Begitu ada kandungan air dalam minyak rem, maka performa pengereman bakal menurun.

    Jangan Asal Tuang Minyak Rem ke Mobil

    Cairan rem akan menyerap kadar air dari udara, sehingga setiap dua tahun harus diganti karena kandungan air dalam minyak rem akan mengurangi titik didih minyak dan mengganggu pengereman.

    Minyak rem yang digunakan harus punya titik didih yang tinggi. Kalau tidak, minyak rem bisa gagal beroperasi karena timbul buih gelembung akibat suhu tinggi. Selain itu minyak rem harus punya aditif anti karat, sehingga bisa melindungi sistem pengereman dari serangan karat yang bisa mengakibatkan kebocoran di pipa minyak rem.

    Alhasil, musuh utama yang sanggup menurunkan performa minyak rem adalah kadar air yang berlebihan. Produsen mobil mensyaratkan maksimal 3 persen, lebih dari itu harus segera diganti dan sistem dibersihkan kembali.

    Pemilik mobil harus menggunakan minyak rem sesuai spesifikasi kendaraan. Misalkan kalau harus menggunakan DOT 4, jangan menggunakan DOT 3. Jangan campur pula antara minyak rem DOT 3 dan DOT 4 karena kandungan kimianya berbeda.

    Angka DOT yang lebih tinggi menunjukkan kualitas cairan hidraulik yang lebih baik sehingga dapat menahan suhu lebih tinggi. Untuk mengetahui jenis cairan rem yang terbaik untuk mobil, konsultasikan teknisi bengkel resmi yang paham akan spesifikasi mobil kesayangan.

    Mobil zaman now punya sistem pengereman yang kompleks karena dilengkapi fitur tambahan seperti ABS, EBD, BA, serta kontrol traksi yang mengandalkan kinerja rem mumpuni. Oleh sebab itu, beri perhatian lebih sistem rem mobil ketika servis berkala. Jangan sungkan untuk bertanya pada service advisor bengkel resmi jika dirasa ada yang kurang nyaman.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id