Trik Mengatur Angle Kaca Spion agar Berkendara Lebih Aman

    M. Bagus Rachmanto - 12 Juni 2019 13:13 WIB
    Trik Mengatur Angle Kaca Spion agar Berkendara Lebih Aman
    Secara keseluruhan di setiap mobil memiliki tiga kaca spion yang terletak di pintu kiri, tengah, dan pintu kanan. Hyundai
    Jakarta: Visibilitas merupakan salah satu kunci mengemudi dengan baik dan benar selama perjalanan. Selain harus bisa mendapatkan pandangan yang jelas dan jernih ke depan, pengemudi juga harus bisa mengetahui kondisi di belakang mobil melalui kaca spion yang menjadi komponen wajib setiap mobil.
     
    Secara keseluruhan di setiap mobil memiliki tiga kaca spion yang terletak di pintu kiri, tengah, dan pintu kanan. Ketiganya harus bisa dimanfaatkan oleh pengemudi untuk bisa melihat kondisi belakang dan memastikan kondisi disekitar mobil.
     
    Menurut laman resmi Hyundai, kaca spion harus diatur agar bisa melihat kondisi di samping dan belakang mobil seluas-luasnya. Usahakan kaca spion mobil memiliki titik blind spot sekecil mungkin, sehingga kondisi di belakang bisa terlihat seluas mungkin. 

    Blind spot merupakan area yang tidak bisa dijangkau dari kaca spion. Area tak terlihat itu bisa menimbulkan bahaya jika diabaikan karena pengemudi luput menyaksikan kondisi di sekitar mobil seperti ada sepeda motor yang akan mendahului atau mungkin ada objek yang menghalangi ketika hendak parkir.
     
    Sebelum mengemudi, pengemudi wajib memeriksa kondisi spion apakah sudah sesuai atau belum. Tentu penyesuaian spion harus dilakukan setelah pengemudi mendapatkan posisi berkendara yang paling tepat dan baik untuk mengemudi.

    Trik Mengatur Angle Kaca Spion agar Berkendara Lebih Aman 

    Blind spot bisa diminimalisir dengan pengaturan tiga kaca spion mobil dengan baik sebelum mulai berkendara. Pastikan spion di luar, kanan dan kiri, mencakup pandangan yang dibutuhkan. Biasanya dari spion luar bisa melihat area samping belakang mobil dan sisanya untuk melihat area jalan atau kendaraan lain, porsi body mobil lebih kecil dari area jalan. Sementara spion tengah bisa disesuaikan dengan posisi pandangan, atur agar area belakang bisa terlihat cukup dengan lirikan mata.
     
    "Sebisa mungkin spion samping memperlihatkan kondisi samping belakang, ini juga untuk mengurangi blind spot. Kalau bisa refleksi body mobil dibikin sesedikit mungkin karena bagian belakang mobil tidak akan hilang," ucap Pembalap Indonesia, Fitra Eri, beberapa waktu lalu.
     
    Offroader dan Instruktur safety driving, Rifat Sungkar, menambahkan pengemudi harus memeriksa kaca spion setiap delapan detik sekali. pengemudi bisa cukup melirik ke kaca spion untuk memastikan kondisi di sekitar mobil.
     
    "Pengemudi harus rutin memeriksa kondisi di belakang melalui spion, untuk memastikan kondisi di sekitar mobil dalam kondisi yang aman," ujar Rifat Sungkar.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id