Tips Knowledge

    Ini Fungsi Panel Stabilizer di Mobil

    M. Bagus Rachmanto - 21 Februari 2020 12:12 WIB
    Ini Fungsi Panel Stabilizer di Mobil
    Komponen stabiliserjadi paket pelengkap pemasangan suspesnsi dan per khusus racing. ABT Sportsline
    Jakarta: Banyak orang berpendapat, untuk mengangkat performa mobil seperti body roll saat berada di tikungan untuk lebih baik, tinggal setel atau mengganti suspensi dan per khusus untuk balap. Untuk penggunaan non ekstrim, sepintas memang akan terbilang sangat masuk akal.
     
    Tapi bagi rumah modifikasi performa ABT Sportsline di Jerman, per dan suspensi racing belum paket komplit performa mobil untuk sistem kaki-kaki. Tuner spesialis khusus untuk mengangkat performa mesin itu, menganggap bahwa ada satu komponen lagi yang terkadang dilupakan, yaitu stabiliser.
     
    "Meski pun banyak yang menganggap bahwa mengganti suspensi dan per racing akan menambah performa mobil secara keseluruhan, tapi sebenarnya masih jauh dari kata komplit kalau belum menggunakan panel stabiliser. Ini sangat penting peranannya untuk menjaga stabilitas mobil saat bermanuver," klaim Managing Director ABT Sportsline, Hans-Jurgen Abt, dikutip dalam laman resminya.

    Pentingnya memasang stabiliser saat mengganti paket per dan suspensi baik untuk penggunaan harian maupun penggunaan balapan, agar handling mobil lebih dinamis. Bantingan kendaraan (body roll) atau dikenal pergerakan longitudinal mobil, lebih tereduksi.
     
    Pemasangan komponen ini biasanya dilakukan untuk dua bagian sekaligus. Yaitu di bagian atas yang dikenal dengan istilah stabiliser dan bagian bawah yaitu torsion bars. keduanya menghubungkan suspensi kanan dengan kiri dan membuat tekanan ke bagian suspensi lebih kaku.
     
    Hasilnya, mobil tidak akan terlihat membuang bodinya ke kanan jika berbelok ke kiri dan begitu pula sebaliknya. Komponen ini menjadi komponen wajib yang harus ada atau diganti ketika mobil dimodifikasi menjadi mobil balap.
     
    Keuntungan lain yang diperoleh selain memperbaiki handling berkendara dan mencegah body roll, juga bisa mencegah kemungkinan terjadinya understeer saat mengemudi kencang. Kemudian juga mencegah beban yang lebih besar di bagian luar ban, sehingga kemungkinan aus sebelah, bisa diminimalisir.
     
    Istilah body roll, atau dalam bahasa Indonesia disebut sebagai limbung tidak hanya berlaku untuk mobil balap yang identik dengan kecepatan tinggi. Pengemudi reguler atau masyarakat yang memiliki kemampuan/skill mengemudi standar justru harus familiar dan paham dengan istilah tersebut. Hal ini bertujuan agar pengemudi mampu menangani permasalahan mobil dengan baik sehingga berkendara tetap aman dan nyaman. 

    Dijelaskan oleh Chief Instructur of Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, boy roll tak terlepas dari konteks dinamika berkendara di mana adanya pergerakan dan kecepatan. Biasanya dinamika negatif berbanding lurus dengan kenyamanan mobil.
     
    Body roll adalah suatu momen saat mobil terasa miring ketika sedang berada di tikungan. Saat mobil mulai berbelok, berat mobil seakan terlempar keluar tikungan sehingga mobil terguling kearah sebaliknya. Bila Anda berbelok ke kiri, maka mobil akan terpental ke kanan, begitu juga sebaliknya.
     
    Kondisi body roll sebenarnya lebih terasa ketika Anda mengendarai mobil dengan bodi tinggi dalam kecepatan berbelok yang cukup tinggi pula. Mobil jenis SUV dan minibus adalah yang paling sering mengalami kejadian ini.
     
    Sebagai perumpamaan, bayangkan bila ada bus bertingkat yang menikung dengan kecepatan tinggi. Dengan mudah bus akan terguling. Bandingkan dengan mobil Formula 1 yang kecepatan beloknya jauh di atas rata-rata mobil normal. Kondisi bodi Formula 1 yang rendah adalah keuntungan tersendiri untuk melawan body roll.
     
    Mengapa Bisa Terjadi Body Roll?
    Body roll sebenarnya terjadi akibat gaya yang disebut gaya sentrifugal. Gaya yang sama sebenarnya terjadi pada sistem pengering pada mesin cuci yang mengeringkan baju basah dengan cara memutar. Semakin cepat perputaran mesin, maka semakin banyak air yang terlempar dari baju.
     
    Gaya tersebut terjadi ketika Anda membelokkan mobil dengan kecepatan tinggi. Bobot bodi mobil serta arah pergerakannya ketika menikung menjadi sumber gaya sentrifugal. Semakin besar kecepatan mobil, maka semakin besar pula gaya yang mendorong Anda ke luar tikungan. Pada dasarnya hal tersebut bisa ditopang oleh sistem suspensi mobil yang terdapat pada setiap roda. Namun ketika gaya yang tercipta lebih besar dari kemampuan suspensi menyerap gaya, bukan tidak mungkin mobil akan terguling dan akhirnya celaka.
     
    Umumnya, semakin tinggi bodi mobil yang dikendarai, maka potensi terjadinya body roll juga akan semakin besar. Hal ini tentu saja sangat berbahaya bagi para pengendara yang kurang mengenali kondisi ini.
     
    "Gaya yang timbul di jalan dan yang menyebabkan adalah faktor perilaku mengemudi. Selebihnya konributor mobil. Saat dikendarai enak tidaknya mobil tergantung sang pengemudi," kata Jusri saat berbincang dengan Medcom.id di Karawang, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.
     



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id