Tips Knowledge

    Hindari Kebiasaan Isi Bensin Tunggu Tangki Motor Kosong

    M. Bagus Rachmanto - 20 Februari 2020 10:10 WIB
    Hindari Kebiasaan Isi Bensin Tunggu Tangki Motor Kosong
    Ilustrasi. Antara
    Jakarta: Sistem pembakaran sepeda motor sekarang ini sudah menganut teknologi injeksi, menggantikan teknologi karburator. Salah satu keuntungan motor injeksi yang Anda dapatkan ialah bisa membuat konsumsi bahan bakar minyak menjadi lebih efisien. 

    Meski diakui perawatan sistem injeksi lebih mudah, namun bukan berarti abai untuk memeriksa kondisi injeksi. Kebiasaan buruk seperti membiarkan motor kehabisan bensin dapat merusak komponen pada sistem pengabutan injeksi.

    Tangki bensin yang minim bahkan sampai kering juga bisa merusak pompa bensin/fuel pump dan indikator bensin. Indikator yang rusak akan membuat takaran bensin di tangki tidak sesuai dengan yang ditunjukkan oleh indikator. Cara mengatasinya dengan kalibrasi ulang, bahkan dilakukan penggantian jika sudah parah. 

    Oleh karena itu, untuk menjaga indikator bensin dalam kondisi baik dan lebih awet, sebaiknya lakukan pengisian bensin ketika indikator bensin (digital) sudah menunjukkan tanda sebanyak dua bar. 

    Gunakan Bahan Bahan Bakar Beroktan Tinggi
    Mengunakan bahan bakar beroktan 90 ke atas merupakan cara merawat sepeda motor injeksi yang paling mudah. Menggunakan bakan bakar beroktan tinggi bisa menyempurnakan pembakaran dalam mesin motor.
     
    Selain itu, untuk motor-motor dengan teknologi Injeksi memang dianjurkan untuk bahan bakar yang beroktan 90 ke atas, karena jika menggunakan bahan bakar berkualitas rendah dan akan meninggalkan kerak pada sistem injeksi yang bisa mengakibatkan kerusakan pada komponen mesin.
     
    Menurut laman resmi Suzuki, hal lain yang mesti diperhatikan adalah sepeda motor injeksi tetap perlu mendapatkan perawatan secara rutin, meski secara kemampuan lebih baik dari karburator. Khususnya di sistem injeksinya yang tugas utamanya adalah menyuplai bahan bakar ke ruang pembakaran.
     
    Umumnya pengecekan dilakukan setiap interval 8.000 kilometer. Sistem pengecekan akan di mulai dari selang injektor sampai ke bagian throttle body. Dua komponen ini wajib mendapat perawatan secara berkala karena kalau dibiarkan sangat berpengaruh terhadap performa mesin.

    Efek jika injektor tidak dibersihkan adalah sepeda motor akan berpotensi brebet atau bahkan bisa juga tiba-tiba terjadi gejala loss power yang diakibatkan oleh suplai bahan bakar yang tidak maksimal. Kalau tidak dirawat, injektor berisiko mampet karena tersumbat kotoran.
     
    Akibatnya akan langsung terlihat di performa mesin yang akan menurun karena pasokan bahan bakar terganggu. Oleh karena itulah wajib dibersihkan secara berkala, terutama komponen throttle body.
     
    Tidak hanya rutin memeriksa komponen injeksi setiap kelipatan jarak 8.000 km, memeriksa busi dan filter udara juga penting untuk dilakukan. Busi punya tugas penting untuk memercikkan api ke ruang bakar. Kalau pengapian dari busi terhambat, bensin berisiko terbuang sia-sia dan proses pembakaran tidak maksimal.
     
    Sementara untuk filter udara sebaiknya dicek dan dibersihkan tiap 2.000 km. Dengan rutin membersihkan filter udara, kepastian ruang bakar mendapat asupan udara yang bersih menjadi lebih terjamin dan pembakaran akan lebih baik.
     

     



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id