Begini Teknik Antisipasi Pecah Ban Ketika di Tol

    Ekawan Raharja - 16 September 2019 12:36 WIB
    Begini Teknik Antisipasi Pecah Ban Ketika di Tol
    Kecelakaan terjadi di ruas tol Jagorawi akibat pecah ban. Jasa Marga
    Jakarta: Baru-baru ini terjadi kecelakaan tunggal terjadi lagi di ruas tol Jagorawi yang melibatkan sebuah Suzuki APV. Diketahui bahwa penyebab kecelakaan ini adalah pecah ban belakang di sebelah kanan. Padahal saat kondisi pecah ban terjadi, pengemudi bisa memperkecil resiko kecelakaan dengan teknik yang benar.

    Direktur Safety Defensive Driving Indonesia, Sony Susmana, menjelaskan pecah ban merupakan kejadian yang berbahaya namun bisa dicegah. Pecah ban masih bisa dikendalikan jika kecepatan mobil masih di bawah 55 kilometer per jam.

    "Jika Anda yakin kondisi ban bagus, mobil baik, dan yakin aman silahkan saja melebihi kecepatan itu. Pecah ban depan dengan kecepatan melebihi 55 kilometer per jam, paling susah dikendalikan. Mobil bisa terbalik saat pecah ban akibat pengemudi melakukan pengereman mendadak karena refleks kaget," ungkap Sony Susmana beberapa waktu lalu.

    "Ketika rem ditekan, bobot mobil akan cenderung pindah ke depan dan setir semakin narik ke arah ban pecah. Begitu dia sadar itu salah, rem langsung dilepas dan mobilnya terbalik. Ketika ban depan pecah, upayakan lepas kopling, rem dan gas. Modalnya hanya counter steering saja. Misalnya pecah ban kiri, setir berat ke kiri, kita counter ke kanan," bebernya.

    Tapi jika ban belakang yang pecah, relatif lebih mudah dikendalikan, malah cenderung tak berasa ketika ban belakang pecah walaupun kendaraan lagi penuh penumpang.
     
    "Memang kalau ban pecah, tidak ada yang bisa lakukan kecuali counter steering saja. Menepikan kendaraan di tempat aman dan menggantinya dengan ban cadangan," timpal Direktur Rifat Drive Labs, Rifat Sungkar, di kesempatan terpisah.
     
    Jika kejadian pecah ban pada kecepatan tinggi, di atas 55 kilometer per jam, ada teknik-teknik tertentu yang bisa dilakukan meski tak semua pengemudi bisa melakukan. Dalam artian hanya pengemudi dengan level advance yang bisa melakukannya.
     
    "Contohnya begini, untuk menyeimbangkan kendaraan supaya bobotnya tetap rata hingga ban yang kempes tidak dibebani terlalu berat, itu gasnya dikurangi perlahan, jangan mendadak. Tapikan tidak semua orang bisa melakukan itu," bebernya.
     
    Ketika mobil sudah berhasil dikendalikan, baru Anda bisa mencari tempat yang lebih aman, misalnya bahu jalan tol atau rest area dan kemudian menyalakan lampu tanda darurat, atau hazard.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id