Oli Menghitam Tak Layak Pakai? Belum Tentu!

    Ahmad Garuda - 27 April 2021 22:19 WIB
    Oli Menghitam Tak Layak Pakai? Belum Tentu!
    Pelumas menghitam bukan jadi penanda bahwa pelumas tersebut tak layak pakai, pun sebaliknya meski jernih, belum tentu layak pakai. Medcom.id/Ahmad Garuda



    Banyak orang yang salah kaprah dalam hal mengganti pelumas kendaraannya. Jika di setiap mesin kendaraan terdapat oil stick atau tongkat untuk mengecek pelumas di mesin, selain kapasitasnya, tak jarang juga yang melakukan pengecekan warna.

    Sebagian besar menganggap bahwa warna pelumas yang mulai menghitam atau pekat, tak lagi memiliki tingkat kalayakan untuk digunakan untuk melumasin mesin. Namun Divisi Pengembangan Produk Planet Ban, Wisnu Satya menegaskan itu bukan sama sekali jadi standar dalam menentukan kelayakan pakai sebuah pelumas.






    "Pelumas basi itu ada tiga penyebab utamanya. Di antaranya adalah panas, udara dan terakhir air. Contoh gampangnya begini, ketika Anda membeli sebuah pelumas berukuran satu liter dan yang Anda gunakan hanya 800 ml, sisanya disimpan dan tutupnya tidak rapat, maka pelumas bisa teroksidasi dengan udara yang juga biasa mengandung uap air. Kalau begini, sisal pelumas tadi takkan layak lagi di gunakan," ujar Wisnu Satya.

    Bahkan sebaliknya untuk pelumas yang sudah digunakan dalam mesin kendaraan katakanlah untuk jangka waktu sebulan, belum tentu tak layak lagi digunakan untuk jarak tempuh selanjutnya. Sekalipun warnanya sudah berubah jadi hitam atau pekan. Wisnu menegaskan bahwa cara gampang melakukan pengetesan, ambil sedikit sampel oli dari mesin dan bisa diraba antara jempol dan telunjuk.

    "Jika memang masih ada sifat pelumasan yang ada dari pelumas tersebut, maka pelumas itu masih layak pakai. Tapi untuk lebih meyakinkan lagi, ya memang dari hasil tes di laboratorium."

    Berkaitan dengan hal tersebut, dalam hal riset pelumas, Planet Ban yang merilis pelumas dengan merek X-Ten dengan Double Ester Matic, mengklaim bahwa pelumas mereka punya durabilitas tinggi. Lantaran angka penguapan saat digunakan untuk jarak tempuh sekitar kurang lebih 6000 km yang mereka uji, hanya sekitar 7 persen dari batas 15 persen yang ditetapkan oleh SNI.

    "Fungsi utama Ester ini memiliki ketahanan terhadap panas berlebih. Apalagi kendaraan roda dua itu identik dengan putaran mesin yang lebih tinggi dari kendaraan roda empat. Sehingga suhu di mesin motor biasanya lebih tinggi. Dengan teknologi double ester ini, kami berani mengatakan bahwa penggunaan pelumas kami, bisa untuk jarak tempuh yang lebih panjang."

    Jadi, sekarang sudah paham kan, oli menghitam itu belum tentu tak layak pakai?

    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id