Apa Efek Mesin Berkompresi 12:1 Tenggak Bensin RON Rendah?

    Ekawan Raharja - 18 April 2019 13:55 WIB
    Apa Efek Mesin Berkompresi 12:1 Tenggak Bensin RON Rendah?
    Kompresi mesin All New Nissan Serena sudah mencapai 12,5:1. Medcom.id/Ekawan Raharja
    Jakarta: Mobil-mobil sekarang ini memiliki teknologi yang cukup canggih dan dibuat sangat presisi untuk di segela aspek. Salah satu efeknya saat ini adalah mesin semakin bertenaga meski berkubikasi kecil, dan kompresi mesinnya juga semakin tinggi.

    Bahkan untuk beberapa mobil sekarang ini, sudah memiliki kompresi mesin mencapai 12:1 dan membutuhkan bahan bakar yang bisa terbakar ketika mendapatkan tekanan besar. Rata-rata mesin dengan kompresi 12:1 membutuhkan bensin dengan oktan RON 95 seperti Pertamax Plus, Shell V-Power, atau Performance 95.

    General Manager R&D PT Nissan Motor Indonesia, Jauhari Adzannis, menjelaskan salah satu mesin dengan kompresi 12:1 adalah All Nissan Serena. Mobil berdesain boxy ini menggunakan mesin 2.000 cc DOHC, Twin-CVTC, 4-silinder, yang mampu menghasilkan tenaga hingga 147,9 daya kuda pada 6.000 rpm dan torsi 200 Nm pada 4.400 rpm. Jika dahulu Serena menggunakan mesin dengan kompresi 11,2:1, maka kini All New Serena menggunakan kompresi mesin 12,5:1.

    Dia menyarankan untuk para pemilik All New Serena nantinya menggunakan bahan bakar dengan RON 95. Mengingat kini kompresi mesinnya sudah mencapai 12,5:1 dan membutuhkan bahan bakar yang sesuai.

    Apa Efek Mesin Berkompresi 12:1 Tenggak Bensin RON Rendah?

    "Kalau tidak menggunakan bahan bakar yang tidak sesuai bisa terjadi knocking atau ketukan di dalam mesin. Karena mobil ini sudah mengadopsi Engine Control Unit (ECU) dan sensor-sensor bisa bermesalahan, tenaga bisa berkurang, serta boros bahan bakar," ungkap Jauhari Adzannis.

    Sebagai informasi tambahan, nilai oktan adalah angka yang menunjukkan seberapa besar tekanan yang bisa diberikan sebelum bensin terbakar secara spontan. Di dalam mesin, campuran udara dan bensin (dalam bentuk gas) ditekan oleh piston sampai dengan volume yang sangat kecil dan kemudian dibakar oleh percikan api yang dihasilkan busi.

    Karena besarnya tekanan ini, campuran udara dan bensin juga bisa terbakar secara spontan sebelum percikan api dari busi keluar. Jika campuran gas ini terbakar karena tekanan yang tinggi (dan bukan karena percikan api dari busi), maka akan terjadi knocking atau ketukan di dalam mesin. Knocking ini akan menyebabkan mesin cepat rusak, sehingga sebisa mungkin harus kita hindari.

    Semakin tinggi angka oktan, semakin besar tekanan yang dibutuhkan bahan bakar untuk terbakar. Jika bahan bakar oktan rendah digunakan di mesin yang dirancang untuk oktan tinggi, bahan bakar bisa meledak atau menyebabkan ketukan hebat yang bisa merusak mesin.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id