Tips Berkendara Aman

    Jangan Anggap Enteng Fungsi Kaca Spion

    Ahmad Garuda - 22 Juni 2020 18:17 WIB
    Jangan Anggap Enteng Fungsi Kaca Spion
    Pahami pentingnya kaca spion, bukan hanya untuk keselamatan berkendara, namun juga mendeteksi ragam kemungkinan yang terjadi di jalan raya. DAM
    Bandung: Banyak orang menganggap bahwa kaca spion motor terkesan mengganggu ketika dipasang pada sepeda motor. Namun faktanya kaca spion di sepeda motor jadi salah satu instrument penting saat berkendara. Tujuannya jelas agar terhindar dari risiko kecelakaan.

    Kaca spion sudah didesain dengan spesifikasi dan model tertentu untuk setiap tipe sepeda motornya, rata-rata spesifikasi spion memiliki tinggi 75 - 80 mm dan lebar 130 - 140 mm sedangkan tinggi tangkai dari grip berkisar 10 - 13 cm. Selain itu jenis kaca pada spion juga dirancang sedemikian rupa agar objek yang terlihat lebih jelas nampak di spion.

    “Tentunya kondisi yang baik di kaca spion harus ada dari dua sisi, yaitu situasi sebelah kanan dan kiri,” ujar Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora, Ludhy Kusuma melalui keterangan persnya.

    Fungsi dari kaca spion di antaranya juga untuk mencegah terjadinya tabrakan saat akan pindah jalur. “Dengan kita melihat spion sebelum berpindah jalur dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan dengan kendaraan lain.”

    Kemudian mengatur posisi kaca spion secara ideal, adanya spion dapat berfungsi membantu menambah ruang pandang pengendara untuk melihat kondisi lalu lintas atau jalanan di samping atau belakang pengendara. Penyesuaian spion harus dilakukan setelah pengemudi mendapatkan posisi berkendara yang paling tepat dan baik untuk mengemudi.

    Fungsi lain dari kaca spion juga bisa untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas. Bagi yang sering berkendara malam atau melalui daerah yang rawan tindak kejahatan. Spion dapat menjadi alat pemantau bagian belakang kendaraan yang membuat Anda dapat selalu awas terhadap gerak-gerik mencurigakan.

    Komponen ini juga membuat pengendara bisa mengetahui jarak aman dengan kendaraan di belakangnya. Lantaran menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan juga wajib disertai dengan menjaga jarak aman dengan kendaraan lain di belakang.

    Hal tersebut sudah pasti agar tidak terjadi gesekan atau senggolan, bila kita sadar harus jaga jarak berkendara maka menggunakan spion standar seharusnya bukan masalah lagi, karena spion standard sudah dirancang produsen sepeda motor sedemikian rupa supaya sesuai dengan fungsinya.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id