Perilaku yang Bikin Kopling Transmisi Manual Lekas Aus

    Ekawan Raharja - 04 September 2019 12:48 WIB
    Perilaku yang Bikin Kopling Transmisi Manual Lekas Aus
    Jangan lakukan beberapa kebiasaan buruk yang bisa menyebabkan kopling cepat aus. Medcom.id/Ekawan Raharja

    Jakarta: Di Indonesia sekarang ini masih banyak mobil baru yang menawarkan transmisi manual. Transmisi manual mengandalkan kopling manual sebagai penerus daya dari mesin ke transmisi. Nah di beberapa kesempatan, ternyata masih ada pengemudi yang melakukan hal-hal terlarang membuat umur kopling lekas rusak.

    Ada beberapa kesalahan sepele yang kerap dilakukan pengemudi sehingga membuat usia pakai kopling manual cepat menurun. Berikut beberapa kebiasaan yang bisa membuat kopling aus seperti dikutip dari situs resmi Auto2000:


    1. Menginjak Pedal Kopling Sepanjang Perjalanan
    Posisi ini sering dipilih karena pengemudi malas mengangkat kaki dari pedal kopling dan berpindah saat ingin kembali menginjak pedal kopling. Imbasnya, dapat mempercepat keausan release bearing dan pelat kopling. Oleh sebab itu, lepaskan kaki dari pedal kopling setelah proses memindahkan gigi transmisi selesai dilakukan.

    Selain itu, ketika menginjak pedal kopling harus sepenuhnya agar flywheel dan plat kopling dapat benar-benar tidak lagi terhubung sehingga memudahkan saat memindahkan tuas transmisi dan mengurangi risiko cepat aus. Setelah memindahkan tuas transmisi, lepaskan pedal kopling secara perlahan dan diselaraskan dengan injakan pada pedal gas. Jangan tergesa-gesa karena akan membuat plat kopling mudah selip dan aus.

    2. Menginjak Pedal Kopling Tidak Penuh (setengah kopling) Sembari Menekan Pedal Gas
    Upaya ini membuat seluruh komponen yang ada di dalam sistem kopling manual mobil jadi cepat rusak. Tentu biasanya yang kena terlebih dahulu adalah plat kopling, bahkan di kondisi ekstrim bisa tercium bau gosong.

    Cukup gunakan rem tangan untuk menahan laju mobil. Perlakukan pedal kopling secara halus biar awet dan bekerja optimal. Masalah lain dari setengah kopling adalah adanya getaran berlebih di mobil.

    Semakin sering Anda lakukan, komponen seperti dudukan mesin bisa kalah lebih cepat. Kalau sudah begini, kerusakan bisa merambat ke komponen lainnya.

    Perilaku yang Bikin Kopling Transmisi Manual Lekas Aus

    3. Malas Memindahkan Gigi Transmisi ke Posisi Netral
    Alasan yang paling sering digunakan adalah agar tidak repot saat mau jalan. Padahal selain merusak komponen seperti release bearing, perilaku seperti ini juga tidak aman. Bayangkan jika karena sesuatu hal kaki terangkat dari pedal kopling, terdapat risiko menabrak mobil di depannya.

    Oleh sebab itu, alangkah baiknya bila memindahkan gigi transmisi ke posisi netral, lepaskan kaki dari pedal kopling dan tarik rem parkir. Toh, hal ini juga memberi kesempatan buat kaki kiri beristirahat.

    4. Memulai Perjalanan Dari Gigi 2
    Perbandingan gigi 1 transmisi manual dibuat besar agar dapat start dengan baik. Masalahnya adalah harus lekas memindahkan posisi gigi 2 sesaat setelah mobil melaju.

    Sebagian orang malas melakukan proses ini dan langsung memasukkan gigi ke 2 saat mau jalan. Dengan sedikit menahan injakan pedal kopling dan menambah tekanan pedal gas, mobil akan bergerak dan tak perlu repot memindahkan gigi 2.

    Masalahnya, kopling akan terbebani dengan gaya berkendara seperti ini. Efeknya mirip ketika melakukan setengah kopling, Alhasil, kopling manual bakal cepat rusak.

    5. Gaya Mengemudi Terburu-Buru dan Kasar
    Gaya terburu-buru dan kasar ketika menginjak pedal kopling juga mempercepat berkurangnya usia pakai kopling lantaran gesekan yang terjadi antar komponen jadi besar dan kasar. Supaya tetap awet dan dapat bekerja optimal, teknisi bengkel resmi pasti akan melakukan pengecekan kopling manual ketika servis.

     





    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id