Peraturan Lalu Lintas

    Jenis SIM yang Berlaku di Indonesia

    M. Bagus Rachmanto - 02 Juni 2020 09:11 WIB
    Jenis SIM yang Berlaku di Indonesia
    Mendapatkan SIM di Indoensia tidak sesulit mendapatkan SIM di luar negeri. Medcom.id/Ahmad Garuda
    Jakarta: Sebagai pengendara kendaraan bermotor, Surat Izin Mengemudi (SIM) merupakan syarat yang mutlak dimiliki. Namun pada kenyataannya masih banyak pengendara yang tidak memiliki SIM.
     
    Berdasarkan Pasal 18 (1) Undang Undang No 14 Tahun 1992 pengemudi kendaraan bermotor wajib hukumnya memiliki SIM, dan apabila tidak dapat menunjukkan SIM selama saat mengendarai akan dikenakan sanksi hukum.
     
    Bagi Anda yang belum memiliki SIM sebaiknya segera membuatnya sebagai lisensi yang sah dan menyatakan Anda terampil mengendarai kendaraan bermotor. Agar tak lagi kucing-kucingan dengan petugas yang berwajib.

    Di Indonesia, SIM adalah bukti registrasi dan identifikasi yang diberikan oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kepada seseorang yang telah memenuhi persyaratan administrasi, sehat jasmani dan rohani, memahami peraturan lalu lintas dan terampil mengemudikan kendaraan bermotor. Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib memiliki Surat Izin Mengemudi sesuai dengan jenis Kendaraan Bermotor yang dikemudikan (Pasal 77 ayat (1) UU No.22 Tahun 2009).

    Peraturan perundang-undangan terbaru adalah Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 yang menggantikan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1992. UU No. 14 Tahun 1992 telah dicabut dan dinyatakan tidak berlaku, tetapi Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1993 yang menjelaskan UU No. 14 Tahun 1992 dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan atau belum diganti dengan yang baru berdasarkan UU No. 22 Tahun 2009.

    Awalnya, jenis SIM hanya ada SIM A, B dan C saja, sebelum kemudian diberlakukan aturan baru dengan dibuat SIM D dengan golongan D2 untuk penyandang cacat (disabilitas) roda empat, lalu golongan SIM C dibagi menjadi tiga menurut kapasitas mesin yang digunakan yaitu C, C1 dan C2.[1]

    Surat Izin Mengemudi Internasional
    Surat Izin Mengemudi Internasional adalah SIM untuk mengemudikan kendaraan bermotor yang berlaku secara Internasional, dengan SIM yang berlaku di negara yang menerbitkan SIM International tersebut. Masa berlaku SIM Internasional adalah 3 tahun.Secara regional SIM Indonesia belaku di negara-negara Anggota ASEAN berdasarkan hasil kesepakatan seluruh anggota ASEAN, demikian juga negara-negara Uni Eropa melakukan perjanjian yang sama di negara-negara anggota Uni Eropa.

    Dasar penerbitan SIM Internasional adalah kesepakatan Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam Vienna Convention on Road Traffic tahun 1968 yang merupakan penyempurnaan dari Geneva Convention on Road Traffic tahun 1949 dan sebelumnya Paris Convention on Motor Traffic tahun 1926. Surat Izin Mengemudi yang berlaku sekarang diatur berdasarkan Annexe 6 untuk Surat Izin Mengemudi Domestik dan annexe 7 untuk Surat Izin Mengemudi Internasional Konvensi Vienna.

    Lembaga yang menerbitkan SIM Internasional adalah Asosiasi Kendaraan Bermotor/Klub Kendaraan Bermotor, untuk Indonesia diterbitkan oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI). Namun, sejak 3 Desember 2010, SIM Internasional tidak lagi diterbitkan oleh IMI. Hal tersebut berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2010, penerbitan SIM Internasional diambil alih oleh Kepolisian Republik Indonesia dan harus dilakukan langsung oleh pemohon di Jakarta dan tidak bisa diwakilkan. 



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id