Safety Riding

    Ingat, Teknik Pengereman Combi Brake Wajib saat Hujan

    M. Bagus Rachmanto - 10 Februari 2020 18:04 WIB
    Ingat, Teknik Pengereman Combi Brake Wajib saat Hujan
    Pengereman motor matic sebaiknya menggunakan teknik rem kombinasi. BikeWale
    Jakarta: Menunggangi sepeda motor terlihat sepele, namun tidak sedikit biker yang belum paham dan mengetahui cara mengendarai sepeda motor yang benar dan aman. Salah satu contohnya adalah teknik pengereman sepeda motor jenis matic. Tak jarang biker mengalami slip ban depan karena cara pengereman yang salah, terutama saat melakukan pengereman mendadak.
     
    Kondisi hujan tidak hanya membuat biker memerlukan perlengkapan khusus berkendara, tapi juga dibutuhkan konsentrasi dan khususnya teknik berkendara yang aman.
     
    Instruktur Safety Riding PT Daya Adicipta Mustika, Asep wawan menerangkan hal tersebut lumrah terjadi dikarenakan bobot motor matic cenderung lebih berat di belakang dibanding di depan, oleh karena itu penting bagi biker memahami cara pengereman yang benar.

    "Berbeda dengan motor manual yang sistem pengeremannya bisa dibantu engine brake, sedangkan pada motor matic hanya mengandalkan rem dan feeling pengendara," ucap Asep, saat berbincang dengan Medcom.id, di Jakarta, beberapa waktu lalu.
     
    Untuk itu Aris mengingatkan, pada kecepatan tinggi di atas 40 km per jam, pengereman motor matic sebaiknya menggunakan teknik combi brake/rem kombinasi, yaitu menarik tuas rem bersamaan secara perlahan agar ban belakang tidak slip/ngebuang.
     
    "Gunakan pijakan kaki untuk memindahkan bobot saat terjadi rem mendadak, karena ketika itu terjadi secara otomatis bobot pengendara akan mendorong ke depan, jadi jangan mengandalkan tumpuan pada setang dan tangan saja," tutup Asep.
     
    Hal lain yang perlu diwaspadai adalah kondisi ban yang sudah botak/habis. Saat hujan kondisi ban yang botak sangat berpengaruh terhadap efek aquaplaning, karena sudah tidak bisa membuang air dengan sempurna sehingga traksi berkurang.
     
    "Kondisi seperti ini bisa mengakibatkan sepeda motor tidak bisa dikendalikan bahkan hilang kendali, apalagi pada saat pengereman dan pindah jalur," tambah Asep.
     
    Usia ban depan motor yang sering digunakan atau yang memiliki jam terbang tinggi dalam keseharian biasanya tidak lebih dari 1,5 tahun. Sedangkan ban belakang sekitar 10 bulan.
     
    Ban sepeda motor yang minta diganti baru dapat dilihat dari bagian luar, melalui tanda yang ada di bagian samping ban yaitu tanda segitiga yang disebut tread wear indicators (TWI). Jika permukaan ban sudah menyentuh tanda ujung segitiga, ban motor harus segera diganti dengan yang baru.

     



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id