Safety Driving

    Konsentrasi dan Fokus Kunci Berkendara dengan Aman

    M. Bagus Rachmanto - 24 Februari 2020 17:18 WIB
    Konsentrasi dan Fokus Kunci Berkendara dengan Aman
    Pengemudi harus konsentrasi penuh selama perjalanan. Medcom.id/Ekawan Raharj
    Jakarta: World Healt Organization (WHO) mengungkapkan tingginya angka kematian yang disebabkan kecelakaan di jalan raya. Sementara 48 persen korban yang meninggal merupakan usia produktif (15-44 tahun). Setengah dari mereka yang meninggal akibat kecelakaan tak lain adalah para pengguna jalan rentan, seperti pejalan kaki, pesepeda dan pengedara sepeda motor.
     
    Jusri Pulubuhu dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) menyampaikan, bahwa mengemudi adalah sebuah aktivitas multi-tasking dan jalan raya merupakan fasilitas bersama. 
    Untuk meminimalisir kecelakaan dan menjaga keselamatan di jalan raya, Jusri membeberkan dua jurus andalannya agar selamat di jalan, yakni Fokus dan Mengerti.

    Menurut Jusri, kata kunci pertama yakni fokus. Fokus di sini berarti memastikan kondisi kendaraan yang akan digunakan dalan keadaan laik jalan, selain itu bisa menanggalkan segala masalah saat berkendara agar nyaman dan aman. Terpenting upayakan dengan maksimal untuk fokus mengemudi, dan hindarkan hal-hal yang mendistraksi konsentrasi.
     
    Kata kunci kedua yakni mengerti. Mengerti dalam artian selalu dalam kondisi siap, tidak kagetan dan tidak melakukan manuver mendadak dalam situasi apapun saat mengemudi. 

    Pada bagian mengemudi defensive, 'mengerti' punya makna bisa mengambil tindakan antisipatif dengan selalu melihat serta memperhatikan situasi sekeliling. Termasuk mengecek kaca spion untuk memastikan situasi belakang atau samping aman, sebelum melakukan kepurusan sebuah manuver.
     
    Apalagi para pengendara sepeda motor yang membutuhkan konsentrasi yang tinggi agar tetap aman di jalan. Konsentrasi yang dibutuhkan pengendara sepeda motor adalah lima kali lipat lebih besar dibanding dengan pengendara mobil.
     
    Banyak hal yang dapat mengganggu konsentrasi. Untuk itu Ia menyarankan agar tidak berkendara saat stres atau banyak pikiran. "Jangan sekali-kali berkendara saat banyak pikiran, mengantuk, atau sambil menggunakan handphone itu berbahaya."

    Bahkan, menurutnya tak sedikit orang yang berusaha melepaskan stres dengan cara naik motor, seperti melakukan turing. "Jika niat turing untuk melepaskan stres sebaiknya ditunda. Baiknya lepaskan dulu stres dan lebih rileks sebelum turing."
     
    Jusri mengingatkan, bahwa mengendarai motor menghadapi banyak bahaya dan harus dewasa saat berkendara. Jangan sampai terlupa, gunakan atribut berkendara lengkap.
     
    Gunakan perlengkapan yang berstandar keselamatan, seperti helm full face, masker penahan debu, jaket kulit/tebal, dan jas hujan untuk keamanan dan kenyamanan berkendara.
     
    Sebaiknya istirahat yang cukup dan konsentrasi, berhenti setelah menempuh jarak 2 jam perjalanan, untuk menghindari kelelahan, dehidrasi, mengantuk, serta penting untuk kembali meningkatkan konsentrasi.
     



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id