Memahami Fungsi Wheel Alignment di Mobil

    Ekawan Raharja - 21 Agustus 2019 07:39 WIB
    Memahami Fungsi <i>Wheel Alignment</i> di Mobil
    Jangan lupa rutin melakukan pengecekan spooring dan balancing setiap enam bulan. Auto2000
    Jakarta: Ban merupakan salah satu komponen penting pada kendaraan dan menjadi satu-satunya komponen yang menempel di aspal. Supaya ban tetap dapat bertugas dengan baik, ada proses perawatan berkala yang disebut dengan spooring dan balancing.

    Spooring adalah proses pelurusan kembali sudut geometri empat roda mobil seperti setelan awal sesuai ketentuan pabrikan. Roda yang selaras membuat kaki-kaki mobil dapat bekerja dengan baik.

    Tanda-tanda mobil sudah harus di-spooring dapat dikenali, seperti terasa sulit saat dikendalikan dan hampa saat manuver. Gerakan setir seperti tidak terkoneksi dengan ban depan dan ban cukup liar saat terantuk lubang.

    Untuk ini juga mesti cek suspensi mobil karena bisa jadi shock absorber bermasalah sehingga tidak mampu bekerja dengan baik. Termasuk pula komponen setir yang pegang peran mengendalikan laju mobil.

    Sedangkan balancing menyeimbangkan keempat roda agar putarannya menjadi seimbang, dan ban tetap dapat berputar sempurna tanpa vibrasi. Vibrasi akibat ban tidak seimbang bisa mengurangi kenyamanan dan kestabilan ban.

    Tanda paling mudah ketika ban butuh balancing adalah getaran ban di kecepatan tertentu yang hilang saat kecepatan ditambah atau dikurangi. Tapi untuk amannya, lakukan balancing ketika melakukan spooring.

    Selain membuat mobil terasa stabil dan nyaman, kedua proses di atas juga bisa menjaga usia ban dan komponen kaki-kaki. Keausan telapak ban juga dapat terdistribusi rata. Roda yang baik sudut keselarasannya membuat ban lebih mudah saat menggelinding dan secara tidak langsung bakal menghemat konsumsi bensin.

    Ketika proses spooring dan balancing, pemilik mobil juga bisa melakukan pengecekan dan perawatan komponen setir dan suspensi karena semuanya merupakan satu paket komponen serta kinerjanya saling mempengaruhi.

    Kedua proses di atas perlu dilakukan minimal 6 bulan sekali atau setiap 10.000 kilometer, tergantung mana yang tercapai lebih dahulu, mengikuti jadwal servis berkala yang ditetapkan oleh bengkel resmi. Serahkan tugas tersebut pada bengkel resmi untuk memperoleh hasil yang optimal.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id