Tips Knowledge

    10 Area Terlarang untuk Parkir Mobil

    M. Bagus Rachmanto - 19 Maret 2020 10:28 WIB
    10 Area Terlarang untuk Parkir Mobil
    Pahami tempat yang dilarang untuk parkir mobil. Wikihow
    Jakarta: Dalam berkendara, keterampilan memarkir mobil wajib dikuasai setiap pengemudi. Tujuannya agar terhindar dari kemungkinan buruk yang dapat mengakibatkan kerusakan terhadap mobil maupun kendaraan lain di sekitar Anda. Karena itu, kewaspadaan sangat diperlukan ketika Anda sedang memarkir kendaraan.

    Namun terampil saja belumlah cukup, masih ada tuntutan yang lebih konkrit untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan seluruh pengguna jalan. Misalnya soal kriteria parkir yang aman dan diperbolehkan sesuai aturan, pengertiannya supaya tidak hanya mengerti tetapi juga memahami.

    Ditulis Nissan, pemerintah telah memberikan kejelasan mengenai kriteria parkir. Tercantum dalam Undang-Undang (UU) No. 22 Tahun 2009 pasal satu nomor 15, “Parkir adalah keadaan kendaraan berhenti atau tidak bergerak untuk beberapa saat dan ditinggalkan pengemudinya”. Masih dalam undang-undang yang sama, tercantum pada bagian kedua paragraph 7 pasal 120 bahwa “Parkir kendaraan di jalan dilakukan secara sejajar atau membentuk sudut menurut arah lalu lintas.”

    Contoh, untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan seluruh pengguna jalan, parkir di tengah jalan dan parkir di rambu “P” sebagai tanda dilarang parkir adalah hal terlarang. Tidak hanya itu, masih ada 10 area terlarang untuk parkir mobil yang wajib Anda ketahui.

    1. Tikungan, bahu bukit atau sebuah jembatan.
    2. Di tempat pejalan kaki atau trek sepeda.
    3. Dekat lampu lalu lintas atau penyebrangan pejalan kaki.
    4. Di jalan utama atau di jalan dengan lalu lintas yang melaju cepat.
    5. Berhadapan atau dekat dengan kendaraan berhenti lainnya di seberang jalan sehingga mempersempit ruang jalan.
    6. Dalam 6 meter (20 kaki) dari suatu persimpangan, atau dalam 9 meter (30 kaki) dari suatu pemberhentian bus, kecuali jika keadaan rusak. Lalu jangan berhenti atau parkir 3 meter (10 kaki) di sisi lain hidran pemadam api atau yang dapat mengganggu akses kendaraan pemadam ke hidran.
    7. Menghadap bagian depan mobil ke arah lalu lintas yang berlawanan.
    8. Sepanjang jalan yang licin.
    9. Di jalan layang, terowongan, atau di sisi jalan yang menuju jalan layang atau terowongan.
    10.Di atas pinggiran rumput atau bahu jalan.

    Pada bagian kedua UU No.22 Tahun 2009 pasal 121, tertulis mengenai parkir yang diperbolehkan dalam kondisi darurat. Pada pasal ini disebutkan bahwa seluruh kendaraan bermotor yang harus parkir akibat kondisi darurat, maka pengemudi wajib memasang segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan bahaya, atau isyarat lain.

    Mari bersama-sama mengikuti aturan yang berlaku, bukan karena takut denda namun karena kesadaran akan keselamatan bersama.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id