Kelebihan & Kekurangan Tekanan Angin Bisa Sebabkan Ban Meledak

    Ekawan Raharja - 16 September 2019 07:54 WIB
    Kelebihan & Kekurangan Tekanan Angin Bisa Sebabkan Ban Meledak
    Tekanan angin yang tidak sesuai membuat ban rentan pecah di jalan. Medcom.id/Ekawan Raharja
    Jakarta: Banyak hal yang bisa menyebabkan ban meledak saat digunakan di jalanan, salah satunya karena tekanan angin. Cara termudah untuk mencegah pecah ban di jalan adalah menjaga tekanan angin sesuai dengan spesifikasi mobil.

    Vice President Director IRC Gajah Tunggal Manufacturing, Arijanto Notorahardjo, menerangkan efek tekanan angin yang berlebih atau over inflation akan membuat keausan ban di bagian tengah. Mobil juga terasa terombang-ambing saat digunakan. Ini situasi yang sangat berbahaya karena mobil cenderung sulit dikendalikan.
     
    Mengisi angin yang berlebih juga dapat membuat tekanan di sisi pelek. Hal ini berpotensi membuat ban mudah rusak dan gampang meledak jika menabrak lubang atau benda lainnya di jalan.

    Kelebihan & Kekurangan Tekanan Angin Bisa Sebabkan Ban Meledak

    Arijanto menyarankan untuk tidak membawa beban/muatan secara berlebihan. Tujuannya agar kondisi ban lebih awet. Sebab, beban berlebih akan meningkatkan tekanan di ban.

    Selain kelebihan tekanan, kekurangan tekanan angin juga berpengaruh. Direktur Rifat Drive Labs, Rifat Sungkar, menjelaskan kekurangan angin dalam waktu yang lama dapat merusak komponen di ban.

    "Kalau ban yang masih menggunakan ban dalam, akan cepat rusak jika kekurangan angin. Ini akibat ban dalam yang kurang angin, termakan oleh ban luar," jelas Rifat Sungkar beberapa waktu lalu usai memperkenalkan pelatihan safety riding.

    Kelebihan & Kekurangan Tekanan Angin Bisa Sebabkan Ban Meledak

    Dia pun menuturkan bahwa ban tubeless memang tidak akan mengalami kerusakan separah ban dalam. Namun jika ban kekurangan angin dalam waktu yang lama maka angin akan keluar dari celah-celah ban dan pelek, berakibat ban menjadi kempes. Selain itu juga berbahaya bagi pengendara.

    Berdasarkan hasil riset yang dilakukan Bridgestone, 80 persen kerusakan ban disebabkan oleh tekanan angin yang tidak tepat. Bisa jadi angin terlalu keras atau kurang angin.
     
    Untuk itu, selalu pastikan tekanan ban mobil sesuai petunjuk dari pabrikan yang menempel di bagian pintu pengemudi, dan lakukan pengecekan berkala untuk menjaga keawetan ban.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id